Connect with us

Benchmark

Atasi Pandemi dengan Tindakan Dini

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Foto: Istimewa

Pencegahan dini dan ketegasan menerapkan aturan menjadi kunci keberhasilan Vietnam melawan pandemi korona.

Tiap negara menempuh caranya sendiri dalam menangani pandemi virus korona, baik dengan menerapkan kebijakan penutupan wilayah maupun pembatasan kegiatan masyarakat. Dari sekian banyak negara, Vietnam termasuk yang berhasil menanggulangi penyebaran COVID-19 dan kini secara bertahap sudah mulai membuka kembali kegiatan warganya seperti transportasi, perniagaan, dan sekolah.

Nihil kematian

Virus korona yang begitu cepat menyebar hingga terjadi lonjakan pasien di rumah sakit telah menyebabkan sistem kesehatan di banyak negara maju sekalipun kewalahan. Namun, tidak demikian dengan Vietnam.

Baca Juga: Andalkan Partisipasi Publik dan Teknologi

Hasil penelitian John Hopkins University, Amerika Serikat mencatat kasus virus korona terkonfirmasi di Vietnam hingga 6 April 2020 sebanyak 241 dengan 90 pasien sembuh dan belum ada pasien yang meninggal dunia atau nol kasus kematian.

Organisasi dunia yang fokus pada isu ekonomi, World Economic Forum memaparkan sejumlah inisiatif yang dilakukan Vietnam dalam mengatasi pandemi COVID-19. Pemerintah Vietnam mengambil langkah cepat dan tegas dengan menangguhkan semua penerbangan dari dan menuju Tiongkok sejak 1 Februari 2020.

Untuk mencegah risiko penyebaran virus korona di lingkungan pekerja yang baru kembali dari Wuhan, pemerintah setempat menerapkan karantina selama 21 hari di Provinsi Vinh Phuc pada pertengahan Februari 2020. Vietnam juga menutup kegiatan sekolah setelah liburan Tahun Baru Tet. Virus korona merebak di perbatasan Vietnam–Tiongkok dan Provinsi Phuc.

Pembatasan sosial

Selain menerapkan karantina bagi siapa pun yang baru tiba dan menutup semua penerbangan luar negeri, Vietnam mengisolasi pasien yang terinfeksi dan melacak orang yang telah melakukan kontak dengan pasien.

Pemerintah menerapkan pembatasan sosial dengan meminta warga untuk sementara waktu beraktivitas di rumah. Bepergian hanya diperbolehkan untuk keperluan yang penting saja seperti membeli makanan dan obat-obatan.

“Pemerintahan partai tunggal dan kekuatan militer yang besar dan padu menjadi modal utama Vietnam membuat keputusan yang cepat dan pengawasan yang ketat.”

Negara yang menganut sistem pemerintahan partai tunggal ini memiliki kekuatan militer dan keamanan yang besar dan padu. Ini menjadi modal utama bagi Vietnam dalam membuat keputusan yang cepat dan pengawasan yang ketat. Aparat keamanan Vietnam menindak tegas dan menjatuhkan denda bagi warganya yang membuat berita palsu maupun informasi yang tidak akurat tentang korona.

Kualitas hidup meningkat

Vietnam telah banyak berbenah selama dua dekade terakhir ini dan mampu mencapai peningkatan kualitas hidup warganya. Selama periode 2002–2018, kebijakan transformasi ekonomi telah mengangkat sekitar 45 juta warga Vietnam dari kemiskinan.

Baca Juga: Turunkan Tarif untuk Rayu Investor

Indikator kesejahteraan seperti produk domestik bruto (PDB) per kapita pada 2018 meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 2.500 dollar AS (sekitar Rp 41 juta) dan pertumbuhan PDB riil mencapai 7,1 persen. Tingkat kesehatan masyarakat mengalami kemajuan dan harapan hidup juga turut meningkat dari 71 tahun pada 1990 menjadi 76 tahun pada 2015.

Secara keseluruhan sistem perawatan kesehatan di Vietnam saat ini sudah lebih baik walaupun masih kekurangan tenaga medis. Delapan dokter di Vietnam harus melayani 10.000 orang.

Benchmark

Andalkan Partisipasi Publik dan Teknologi

Novi Hifani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Ilustrasi

Keberhasilan Korea Selatan menanggulangi pandemi COVID-19 tanpa mengisolasi wilayah menjadi inspirasi banyak negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memuji upaya Korea Selatan dalam mengendalikan pandemi COVID-19. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di negara itu mencatat pada 5 April 2020 terdapat 47 kasus baru, jauh menurun dibanding hari sebelumnya yang mencapai 81 kasus.

Pemerintahan Presiden Moon Jae-in mampu mengendalikan pandemi COVID-19 dalam sebulan terakhir dengan jumlah kasus baru kurang dari seratus. Seiring pencapaian tersebut, Presiden Moon telah berkomunikasi dengan sekitar 20 pemimpin dunia termasuk Indonesia untuk berbagi pengalaman dan mendukung negara-negara lain dalam mengatasi penyebaran virus korona.

Pejabat Korea Selatan mengungkapkan, langkah isolasi kota seperti di Wuhan, Tiongkok sulit diterapkan di masyarakat terbuka.

“Tanpa mengabaikan prinsip keterbukaan di masyarakat, kami merekomendasikan sistem yang memadukan partisipasi publik sukarela dengan aplikasi teknologi canggih,” jelas Wakil Menteri Kesehatan Korea Selatan, Kim Gang-lip.

Menurutnya, kebijakan isolasi wilayah dapat mengganggu iklim demokrasi dan justru mengesampingkan peran masyarakat yang mestinya secara aktif ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan. Padahal, imbuhnya, partisipasi publik harus digencarkan melalui keterbukaan informasi.

Baca Juga: ISEI Beri Tiga Usulan untuk Pemulihan Ekonomi dari Pandemi Covid-19

Keterbukaan informasi

Korea Selatan memberikan informasi yang transparan kepada warganya agar tetap aman, termasuk pengarahan media sebanyak dua kali sehari dan peringatan darurat melalui telepon seluler terhadap warga yang berada di wilayah tempat kasus baru ditemukan.

“Korea Selatan mengeluarkan paket stimulus sebesar 11,7 triliun won (sekitar Rp 138,6 triliun) untuk membantu respons medis, bisnis, dan rumah tangga, termasuk keringanan pajak dan subsidi sewa.”  

Riwayat perjalanan pasien tersedia secara rinci di situs web kota yang dapat diakses oleh warga. Banyaknya gedung yang memasang tanda peringatan bertuliskan “Tanpa Masker Dilarang Masuk” membuat warga semakin displin untuk menggunakan masker saat keluar rumah. Demikian juga pentingnya menjaga kebersihan yang terus dikampanyekan secara luas oleh pemerintah.

Tes masif dan instan

Pemerintah Korea Selatan menyediakan 50 stasiun pengujian virus korona secara gratis dengan konsep drive-thru  yang hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk setiap orang dan hasil tes dapat diperoleh dalam waktu beberapa jam. Dengan fasilitas yang tersebar di seluruh wilayah, sekitar 15.000 tes diagnostik dapat dijalankan dalam sehari dan angka keseluruhan tes mencapai hampir 200.000. Tes secara masif ini memudahkan petugas yang berwenang untuk mengidentifikasi pasien sejak awal dan meminimalisasi penyebaran virus korona.

Korea Selatan mengeluarkan prosedur imigrasi khusus untuk memantau kedatangan dalam dua pekan tanpa memberlakukan larangan masuknya pelancong dari luar. Bagi mereka yang datang dari Tiongkok, Hong Kong, dan Makau akan menjalani prosedur pengecekan suhu tubuh, verifikasi riwayat kontak domestik, mengisi pernyataan kesehatan, dan mengunduh aplikasi diagnosis diri di gawainya agar dapat ditangani secara intensif jika menunjukkan gejala.

Baca Juga: Sambut Normal Baru, OJK Terbitkan Stimulus Lanjutan untuk Perbankan

Upaya Korea Selatan dalam mengatasi pandemi tak terlepas dari dukungan teknologi informasi terkini dan kamera pengawas yang melacak sumber infeksi dan mengidentifikasi pergerakan kasus berdasarkan transaksi kartu kredit .

Warga yang berisiko tertular ditempatkan dalam isolasi diri dan ditangani secara menyeluruh oleh otoritas kesehatan. Pemerintah mengubah gedung pusat pelatihan kerja dan berbagai fasilitas publik menjadi pusat perawatan pasien korona dengan gejala ringan, sehingga persoalan kekurangan ruang perawatan di rumah sakit dapat teratasi.

Stimulus fiskal

Dalam mengantisipasi dampak pandemi terhadap perekonomian, Pemerintah Korea Selatan mengeluarkan paket stimulus sebesar 11,7 triliun won (sekitar Rp 138,6 triliun) untuk membantu respons medis, bisnis, dan rumah tangga. Selain itu, pemerintah juga mengumumkan keringanan pajak dan subsidi sewa pada 28 Februari lalu.

Bidang kesehatan, perawatan anak, dan kegiatan usaha kecil yang paling terdampak menjadi prioritas dari penyaluran stimulus ini.

Baca Juga: Langkah “Extraordinary” Hadapi Resesi

 

Lanjut baca

Benchmark

Berdayakan Desa Lewat Kearifan Lokal

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Ilustrasi

Jepang memberdayakan masyarakat desa dengan mengembangkan produk khas yang menjadi kearifan lokal untuk meningkatkan perekonomian negara.

 

Pemerataan ekonomi dan pembangunan sumber daya manusia (SDM) telah menjadi perhatian utama di Jepang dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian rakyatnya. Negeri Matahari Terbit itu membangun perekonomiannya mulai dari wilayah pemerintahan terkecil yaitu desa—penyuplai segala komoditas strategis yang menjadi kebutuhan warganya. Kemajuan yang dicapai Jepang sebagai salah satu negara dengan kekuatan ekonomi yang berpengaruh di kawasan Asia dan dunia tak terlepas dari keberhasilannya dalam memberdayakan ekonomi di desa melalui Program One Village One Product (OVOP).

Baca Juga: Merawat Geliat Ekonomi Desa

Satu desa satu produk

Pemerintah Jepang mulai menerapkan Program OVOP melalui Kementerian Ekonomi, Perdagangan dan Industri di era 1980-an. Program ini bertujuan memberdayakan daerah melalui pengembangan produk unggulan yang erat kaitannya dengan kearifan lokal. Tiap daerah mengembangkan produk khas dengan standar kualitas terbaik untuk memenuhi kebutuhan domestik bahkan menjadi andalan ekspor. Keterpaduan program ini berjalan efektif melalui kebijakan menyeluruh yang ditempuh oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, mulai dari mempersiapkan SDM pengelola usaha, membuka akses pasar, hingga memberikan stimulus agar produk mampu bersaing. Hasilnya, kesejahteraan masyarakat desa meningkat dan pertumbuhan ekonomi negara turut terangkat.

Keterpaduan program berjalan efektif melalui kebijakan menyeluruh yang ditempuh oleh Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri.

Wilayah Prefektur Oita menjadi daerah pertama tempat konsep OVOP diterapkan. Di wilayah ini terdapat beberapa jenis usaha unggulan, salah satunya pembuatan biskuit yang digerakkan oleh kelompok usaha perempuan. Melalui kegiatan pemberdayaan di Program OVOP, produk biskuit yang dihasilkan kelompok usaha di desa ini mampu berkembang pesat hingga menjangkau pasar nasional. Program OVOP memberikan berbagai pelatihan kepada kelompok usaha perempuan tentang pembuatan biskuit yang berkualitas dan keterampilan berbisnis yang terkait dengan pembukuan, pemasaran, dan pengemasan barang.

Baca Juga: BRI Siap Dukung Digitalisasi Desa

Program OVOP di wilayah Prefektur Oita menjadi contoh keberhasilan bagi penerapan program serupa di seluruh Jepang, bahkan kini menjadi referensi bagi banyak negara di dunia.

Desa percontohan

Takumi no Sato yang terletak di wilayah Minakami menjadi salah satu model kesuksesan pembangunan desa di Jepang. Pemerintahan Minakami melalui pejabat walikotanya telah menyusun sejumlah agenda dan tempat wisata dengan mempertimbangkan empat musim di Jepang yang mempunyai ciri khas masing-masing. Wilayah dengan keunggulan daya tarik pemandangan alam Gunung Minakami yang menawan ini mampu mendatangkan sekitar 1,1 juta wisatawan asing setiap tahun. Masyarakatnya berhasil mengembangkan kerajinan bambu dan produk unggulan pertanian seperti apel, blueberry dan stroberi.

Pengelolaan sektor pariwisata berbasis masyarakat juga diterapkan, yakni melalui pembangunan homestay oleh warga lokal yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para turis untuk dapat melihat kearifan lokal dan budaya pertanian di desa setempat.- Novita Hifni

Lanjut baca

Benchmark

Stimulus Fiskal untuk Redam Dampak Korona

Majalah Pajak

Diterbitkan

pada

Penulis:

Foto: Islustrasi

Pemerintah Hong Kong menerapkan sejumlah stimulus fiskal guna mengantisipasi dampak serius dari wabah virus korona terhadap perekonomian domestiknya.

Wabah virus korona yang muncul pertama kali di wilayah Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok sejak Januari 2020 dan menyebar cepat ke berbagai negara telah memukul perekonomian global ke arah kondisi yang kian suram. Hong Kong menjadi satu dari sekian banyak negara yang turut merasakan dampak penyebaran virus mematikan ini.

Pemerintah Hong Kong dengan segera mengantisipasi dampak global ini untuk menyelamatkan kehidupan masyarakat dan perekonomiannya melalui sejumlah kebijakan. Pada Februari 2020, pemerintah setempat menempuh langkah tegas penyelamatan ekonomi dengan mengalokasikan anggaran khusus sebesar 120 miliar dollar Hong Kong (sekitar 15,4 miliar dollar AS) untuk mengantisipasi dampak virus korona. Anggaran tersebut diperkirakan akan menyumbang defisit fiskal tertinggi sepanjang masa yakni sebesar 139,1 miliar dollar Hong Kong atau sekitar 4,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Anggaran dalam jumlah fantastis itu dikucurkan untuk mendukung langkah-langkah penyelamatan guna membantu para pelaku bisnis, pekerja, dan rumah tangga menghadapi tantangan ekonomi yang kian sulit akibat dampak virus korona. Sejumlah kebijakan penting yang diterapkan meliputi pinjaman berbunga rendah untuk pelaku usaha kecil dan menengah dengan jaminan pemerintah, pengurangan pajak sebesar seratus persen dengan plafon 20.000 dollar AS, dan pembayaran tunai sebesar 10.000 dollar Hong Kong bagi penduduk tetap yang berusia lebih dari 18 tahun.

Dukungan cadangan fiskal

Pejabat keuangan setempat mengingatkan, langkah penyelamatan ekonomi ini harus dikurangi secara progresif di tahun-tahun mendatang seiring pengeluaran pemerintah yang tumbuh lebih besar.

Defisit fiskal tahun 2020 ini yang diperkirakan mencapai 37,8 miliar dollar AS akan menjadi defisit terbesar untuk pertama kalinya yang dialami Hong Kong dalam 15 tahun terakhir. Defisit ini diakibatkan oleh pendapatan pemerintah yang tidak dapat mengimbangi kenaikan drastis dalam pengeluaran, terutama pengeluaran berulang. Dengan kesiapan cadangan fiskal sebesar satu triliun dollar Hong Kong yang dimiliki, hal ini memungkinkan keuangan negara untuk bisa menggelontorkan stimulus berupa bantuan tunai guna meredam krisis ekonomi pada kondisi yang semakin parah. Meski demikian, dalam jangka panjang pemerintah harus menumbuhkan ekonomi dan segera menemukan sumber-sumber pendapatan baru.

Perwakilan pemerintahan Hong Kong di Indonesia (Hong Kong Economic and Trade Office) menegaskan kesiapan mereka dalam menghadapi wabah virus korona, antara lain dengan memperketat izin masuk. Aturan baru Hong Kong mulai 8 Februari 2020 mengharuskan pendatang dari Tiongkok Daratan untuk dikarantina selama 14 hari. Aturan ini  berlaku pula bagi warga negara lain yang mengunjungi Tiongkok dalam 14 hari terakhir. Bandara Internasional Hong Kong masih tetap beroperasi dengan penerapan sejumlah tindakan antisipasi untuk mencegah penyebaran virus korona, seperti pemeriksaan suhu tubuh  bagi penumpang yang baru tiba maupun yang hanya transit.

Defisit fiskal tahun 2020 ini yang diperkirakan mencapai 37,8 miliar dollar AS akan menjadi defisit terbesar untuk pertama kalinya yang dialami Hong Kong dalam 15 tahun terakhir.-Novita Hifni

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News10 jam lalu

Pandemi Covid-19 Memunculkan Cara Kerja Baru dalam Bidang Bisnis

Covid-19 telah mendorong pergeseran dalam rantai perdagangan dan pasokan serta menambahkan volume perdagangan. World Trade Organization (WTO) memperkirakan perdagangan global...

Breaking News13 jam lalu

Bamsoet: Bayar Pajak Tak Mengurangi Harta Kita

Kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi bayak hal tak membuat Ketua MPR RI Bambang Soesatyo enggan melaporkan pajaknya. Bagi pria yang...

Breaking News1 hari lalu

DJP dan IBFD Tandatangani MoU Program Reformasi Perpajakan

Direktorat Jenderal Pajak (DJP)  melakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama reformasi perpajakan dengan the International Bureau of Fiscal Documentation (IBFD)...

Breaking News4 hari lalu

“Core Tax System” Teknologi Terintegrasi untuk Memudahkan Fiskus dan Wajib Pajak

Untuk menyempurnakan reformasi perpajakan di era digital, DJP melakukan digitalisasi sistem perpajakan dengan membangun Core Tax System yang dimulai sejak...

Breaking News5 hari lalu

Pemerintah Umumkan akan Melelang 7 Seri SUN Pekan Depan

Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPBR) Kementerian Keuangan RI akan melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam...

Breaking News5 hari lalu

Milenial Melek Investasi

Seiring pesatnya perkembangan teknologi digital khususnya dalam hal keuangan, cara berinvestasi pun mulai bergeser dan tidak lagi harus dilakukan oleh...

Breaking News6 hari lalu

Menparekraf Imbau Hotel-Restoran Disiplin Protokol Kesehatan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menekankan kepada pelaku industri hotel dan restoran agar...

Breaking News6 hari lalu

Bank Permata Andil dalam Program Penjaminan Kredit Modal Kerja Bagi UMKM

Penandatanganan kerja sama bersama Askrindo dan Jamkrindo dilakukan sebagai salah satu langkah dukungan terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional. PT Bank...

Breaking News6 hari lalu

Sandiwara Sastra Peneman Asyik Belajar di Rumah

Jelang dibukanya tahun ajaran baru pada 13 Juli mendatang, banyak sekolah—terutama di zona merah—masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau...

Breaking News1 minggu lalu

Inisiatif Pemasaran Digital Mutakhir Ala Alibaba Cloud dan Unilever

  Alibaba Cloud, tulang punggung teknologi digital dan intelijen Alibaba Group – bermitra dengan Unilever, salah satu perusahaan multinasional terbesar...

Trending