Connect with us

Breaking News

Apresiasi Wajib Pajak, Kanwil DJP Jatim II Berhasil Cetak “Hattrick” Penerimaan Pajak

Heru Yulianto

Published

on

Foto: Istimewa

Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur (Jatim) II berhasil mengumpulkan penerimaan pajak tahun 2023 sebesar Rp 28,408 triliun atau 103,35 persen dari target penerimaan pajak yang diamanahkan sebesar Rp 27,488 triliun. Capaian penerimaan pajak tahun 2023 ini mengalami pertumbuhan positif sebesar 7,01 persen dari realisasi penerimaan pajak tahun sebelumnya.

Kepala Kanwil DJP Jatim II Agustin Vita Avantin mengungkapkan, hal tersebut menjadi keberhasilan Kanwil DJP Jatim II dalam merealisasikan target penerimaan pajak selama tiga tahun berturut-turut (hattrick).

“Dimana pada tahun 2021 dan 2022 Kanwil DJP Jatim II juga berhasil melampaui target penerimaan yang diamanahkan. Keberhasilan ini tidak terlepas dari partisipasi masyarakat dan stakeholder khususnya Wajib Pajak yang telah melakukan kewajiban pepajakannya dengan baik,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (18/01).

Keberhasilan tersebut juga dialami oleh seluruh kantor pelayanan pajak (KPP) di lingkungan Kanwil DJP Jatim II. Secara rinci realisasi penerimaan pajak dari masing-masing KPP adalah KPP Madya Sidoarjo Rp 9,48 triliun (101,87 persen), KPP Madya Gresik Rp 7,47 triliun (102,54 persen), KPP Pratama Sidoarjo Utara Rp 1,61 triliun (102,14 persen), KPP Pratama Sidoarjo Barat Rp 775,44 miliar (102,69 persen), KPP Pratama Sidoarjo Selatan Rp 936,18 miliar (103,71 persen), KPP Pratama Mojokerto Rp 846,35 miliar (105,48 persen), KPP Pratama Jombang Rp 468,29 miliar (103,33 persen), KPP Pratama Gresik Rp 3,11 triliun (106,66 persen), KPP Pratama Lamongan Rp 292,47 miliar (105,08 persen), KPP Pratama Bojonegoro Rp 738,07 miliar (109,99 persen), KPP Pratama Pamekasan Rp 411,87 miliar (104,7 persen), KPP Pratama Bangkalan Rp 324,62 miliar (105,58 persen), KPP Pratama Madiun Rp 550,57 miliar (103,2 persen), KPP Pratama Ngawi Rp 438,97 (104,01 persen), dan KPP Pratama Ponorogo Rp 383,45 miliar (106,79 persen).

Berdasarkan jenis pajaknya, capaian penerimaan pajak Kanwil DJP Jatim II tahun 2023 didominasi oleh Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp 15,33 triliun atau 53,99 persen dari realisasi penerimaan. Sedangkan sektor usaha yang memberikan kontribusi paling dominan terhadap realisasi penerimaan pajak adalah sektor industri pengolahan sebesar 48,72 persen, disusul sektor perdagangan sebesar 18 persen, dan sektor pemerintahan sebesar 10,8 persen.

Atas capaian tersebut, Agustin pun menyampaikan apresiasi positif dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak.

“Khususnya kepada Wajib Pajak yang telah melaksanakan kewajiban perpajakannya dengan baik dan benar serta seluruh instansi, lembaga, asosiasi, dan pihak ketiga lainnya yang telah bekerja sama dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak,” ujarnya.

Memasuki masa pelaporan SPT Tahunan, Wajib Pajak pun dihimbau untuk dapat segera melaporkan SPT Pajak Penghasilan (PPh) Tahun 2023 baik orang pribadi (OP) maupun Badan tanpa menunggu sampai batas akhir waktu pelaporan.

“Untuk OP adalah 3 bulan setelah berakhirnya tahun pajak (31 Maret 2024) dan untuk Badan adalah 4 bulan setelah berakhirnya tahun pajak (30 April 2024),” pungkas Agustin.

Breaking News

Kuartal Pertama 2024, Telkom Bukukan Laba Bersih Operasi Rp 6,3 Triliun

Heru Yulianto

Published

on

Foto: Istimewa

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 37,4 triliun pada akhir kuartal pertama 2024 atau tumbuh 3,7 persen year on year (yoy). Pencapaian tersebut didorong oleh pertumbuhan kinerja bisnis Data, Internet & IT Services senilai 11,3 persen yoy menjadi Rp 22,1 triliun. Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA) perseroan tercatat positif sebesar Rp 19,4 triliun atau tumbuh 2,2 persen yoy dengan margin EBITDA yang stabil di kisaran 51,9 persen.

Sementara itu, perseroan mencatatkan laba bersih operasi Rp 6,3 triliun atau tumbuh positif 3,1 persen dengan margin sebesar 16,9 persen. Hal ini menunjukkan kinerja perseroan yang cukup memuaskan di tengah kondisi industri yang kian menantang.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengungkapkan bahwa di awal tahun 2024, TelkomGroup masih fokus pada langkah transformasi melalui strategi utama Five Bold Moves.

“Alhamdulillah kinerja perseroan masih berjalan cukup baik, meski kondisi industri penuh tantangan dan gejolak geopolitik global yang memberikan pengaruh besar terhadap kondisi makroekonomi, termasuk kinerja saham Telkom,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Senin (22/04).

Meski demikian, ia manambahkan bahwa Telkom optimistis apa yang tengah dilakukan saat ini akan memberikan output yang positif untuk keberlanjutan perusahaan di waktu mendatang.

“Kami akan terus menjalankan bisnis dengan berfokus pada penguatan digital connectivity, digital platform, dan digital service,” tambahnya.

Pada segmen Mobile, Telkomsel selaku anak usaha Telkom membukukan pendapatan positif Rp 28,5 triliun dengan tingkat profitabilitas yang sehat. Hal ini didukung oleh pertumbuhan Digital Business sebesar Rp 19,7 triliun atau tumbuh 8,6 persen yoy. Lalu lintas data juga mengalami peningkatan cukup baik sebesar 14,4 persen yoy menjadi 4.823.809 TB.

Telkomsel terus fokus pada produktivitas pangsa pasar dengan jumlah pelangan seluler mencapai 159,7 juta atau tumbuh 5,7 persen yoy dan pelanggan IndiHome residensial (B2C) 8,9 juta pada akhir Maret 2024. Demi memperkuat posisi sebagai pemain dominan dalam aspek jangkauan konektivitas dan kualitas layanan, saat ini Telkomsel memiliki 257.349 Base Transceiver Station (BTS), yang terdiri dari 207.671 BTS 4G dan 710 BTS 5G.

Pada segmen Enterprise, perseroan mencatat kinerja sebesar Rp 4,5 triliun dengan layanan B2B Digital IT Services dan Enterprise Connectivity sebagai kontributor utama pendapatan.

“Telkom terus memperkuat kapabilitas di bisnis Cloud, Digital IT Services dan Cyber Security, termasuk menjalin kerja sama strategis dengan pemain teknologi global,” imbuhnya.

Selanjutnya, segmen Wholesale dan International mencatat pendapatan Rp 4,8 triliun atau tumbuh 17,8 persen yoy dikontribusi pertumbuhan pada bisnis layanan suara wholesale internasional dan bisnis infrastruktur digital.

“Hingga akhir Maret 2024, bisnis data center dan cloud TelkomGroup membukukan pendapatan Rp 449 miliar atau tumbuh 24,6 persen yoy,” ujarnya.

Pada bisnis menara telekomunikasi, Mitratel pun mencatat pendapatan sebesar Rp 2,2 triliun atau tumbuh 7,3 persen yoy, didorong oleh pendapatan sewa menara. EBITDA dan laba bersih tumbuh masing-masing sebesar 9,9 persen dan 4 persen yoy dengan margin keduanya yang semakin baik senilai 83,5 persen dan 23,6 persen.

Continue Reading

Breaking News

Berantas Judi “On-line”, Pemerintah Akan Bentuk Gugus Tugas Terpadu

Heru Yulianto

Published

on

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin rapat terbatas (ratas) yang membahas mengenai upaya pemberantasan judi on-line di tanah air. Dimana dalam ratas tersebut dicetuskan bahwa pemerintah akan membentuk Gugus Tugas (task force) Terpadu untuk menanggapi hal tersebut.

Dalam keterangan pers nya kepada awak media, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan, satgas terpadu itu ditargetkan akan mulai bekerja dalam satu pekan ke depan.

“Satu minggu ini akan diputuskan langkah-langkah pembentukan semacam task force terpadu untuk pemberantasan judi online,” ungkapnya, dikutip Majalah Pajak pada Minggu (21/04).

Ia menambahkan, pembentukan satgas lintas kementerian/lembaga ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan judi on-line secara lebih menyeluruh, kolaboratif, dan efisien.

“Judi ini sudah tindakan yang secara undang-undang kan ilegal. Jadi penguatan langkah-langkah menyelesaikannya (perlu dilakukan) secara efektif,” tambahnya.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan bahwa pihaknya akan fokus pada penanganan konten dan situs judi on-line, sedangkan penindakan akan dilakukan oleh aparat penegak hukum.

“Wewenang kita cuma take down doang situsnya, blokir rekeningnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK juga enggak bisa lebih lanjut membekukan, mesti aparat penegak hukum, kepolisian, kejaksaan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar juga menekankan pentingnya langkah holistik dalam pemberantasan judi on-line di tanah air.

“Ada (aktivitas judi on-line) yang sifatnya tidak dilakukan di dalam negeri, ada yang lintas batas, ada juga yang dilakukannya tidak melalui rekening bank, ada juga yang memerlukan pendalaman dan penelusuran dari rekening bank, termasuk apabila sudah dilakukan pemindahan buku dan lain-lain. Jadi, lapisan-lapisan berikutnya ini harus juga diselesaikan, sehingga tidak ada ruang-ruang kosong yang terus terjadi,” kata Mahendra.

Tidak hanya itu saja, ia pun mengatakan bahwa sesuai dengan kewenangan, dari akhir tahun 2023 hingga Maret 2024 pihaknya  telah melakukan pemblokiran sekitar 5.000 rekening yang terindikasi terkait dengan judi on-line.

“Kami selama ini sudah bekerja erat dengan Menkominfo, jadi langsung apabila menerima daftar dari rekening yang ditengarai akan digunakan atau sedang digunakan sebagai bagian dari kegiatan judi on-line, kami langsung melakukan pemblokiran, dan jumlahnya dalam beberapa bulan ini sudah mencapai 5.000 rekening,” pungkasnya.

Continue Reading

Breaking News

Ketahanan Ekonomi Nasional dalam Ketidakpastian Global

Heru Yulianto

Published

on

Foto: Rivan Fazry

Pada Hari Sabtu malam, 13 April 2024, Iran meluncurkan rudal dan drone ke Israel. Kejadian ini menambah rumit kondisi global ketika konflik Rusia-Ukraina juga belum mendapatkan jalan tengah perdamaian.

Analis Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani mengungkapkan, konflik antarnegara yang semakin memanas akan memberikan derita secara ekomoni dan menambah panjang daftar scaring effect pasca-pandemi yang dalam tahap pemulihan. Dampak secara global akan memberikan pengaruh trickle down effect terhadap ekonomi nasional.

“Dalam konteks ekonomi nasional, perlu dicermati dengan baik dan dimitigasi resiko yang membawa dampak secara langsung, karena bersamaan dengan konflik politik global ini, rupiah juga terus mengalami penurunan nilai mencapai Rp 16 ribu per dollar AS,” ungkapnya kepada Majalah Pajak pada Jumat (19/04).

Bahkan, Menteri BUMN Erick Thohir memprediksi dollar akan cenderung lama bertengger di atas 16 ribu dan menginstruksikan BUMN untuk membeli dollar.

“Kepanikan kementerian BUMN ini diredam oleh Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Pak Airlangga Hartarto yang menyatakan bahwa Indonesia masih mempunyai cadangan devisa yang cukup kuat, lebih dari 144 miliar dollar AS. Menjaga psikologi pasar seperti ini sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas ekonomi,” tambahnya.

Ajib menyampaikan bahwa kondisi konflik geopolitik dan ketidakstabilan ekonomi global akan menimbulkan paling tidak dua hal yang harus dimitigasi. Pertama, terganggunya rantai pasok ekonomi, yang akan mengakibatkan kenaikan harga atas komoditas impor, termasuk bahan baku, minyak, maupun ongkos logistik. Hal ini akan memicu kenaikan HPP (Harga Pokok Penjualan), sehingga akan mengeskalasi inflasi.

“Sepanjang tahun 2023, inflasi di Indonesia masih dalam rentang kendali sesuai dengan kerangka ekonomi makro yang disusun, dan secara agregat di akhir tahun 2023 hanya di kisaran 2,6 persen. Inflasi sepanjang tahun 2024 diproyeksikan 2,5 persen plus minus 1 persen, artinya inflasi masih bisa ditoleransi sampai dengan 3,5 persen. Kondisi kenaikan harga komoditas impor akan memberikan sentimen negatif dalam inflasi,” imbuhnya.

Kedua, adalah kebijakan ekonomi Amerika imbas kondisi geopolitik yang ada, yaitu cenderung akan menahan tingkat suku bunga The Fed. Sebelumnya pasar mempunyai ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas tingkat suku bunga acuan. Kebijakan moneter Bank Sentral Amerika ini menjadi patron dominan Bank Indonesia (BI) dalam membuat kebijakan moneter nasional.

“Ketika tingkat suku bunga The Fed tinggi, akan terjadi potensi crowding out atau capital outflow, sehingga semakin memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Di sisi lain, tingkat suku bunga tinggi, akan mengurangi likuiditas keuangan di kegiatan perekonomian. Kondisi yang dilematis dari sisi moneter,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ajib mengatakan bahwa perlunya melihat indikator-indikator ekonomi makro Indonesia untuk mengukur ketahanan dalam mengahadapi ketidakpastian global ini. Dimana paling tidak terdapat empat hal yang perlu kita perhatikan.

Pertama, tren pertumbuhan ekonomi. Indonesia terus mengalami pertumbuhan yang cukup agresif pasca pandemi, bahkan diatas 5 persen. Tahun 2023 mencapai angka 5,05 persen dan diproyeksikan akan mencapai kisaran 5,2 persen secara agregat di akhir tahun 2024.

Kedua, Inflasi. Dengan selisih ekspor-impor yang masih positif, potensi eskalasi inflasi akibat bahan baku impor, diprediksi masih akan dalam rentang daya tahan inflasi, dan sampai akhir tahun 2024 tidak melebihi 3,5%.

Ketiga, PDB (Produk Domestik Bruto) perkapita. pada Tahun 2023 Indonesia mempunyai PDB sebesar Rp 20.892,4 triliun (nomor 16 besar dunia) dan jumlah penduduk sekitar 280 juta orang (nomor 4 besar dunia), sehingga PDB perkapita Indonesia mencapai 75 juta rupiah atau setara 4.919 dollar AS. Dengan PDB yang masih nomor 16, sedangkan jumlah penduduk nomor 4, maka potensi ekonominya masih sangat besar.

Keempat, keseimbangan primer keuangan negara. kondisi neraca keuangan negara masih dalam keseimbangan primer yang positif, artinya total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran hutang, masih positif.

“Hanya, yang perlu dicermati adalah, ketika pemerintah membuat proyeksi nilai tukar rupiah dalam kisaran Rp 15.000, maka pembayaran hutang luar negeri akan mengalami kenaikan, ketika rupiah terus melemah dibandingkan dollar,” katanya.

Tidak hanya itu saja, ia pun menjelaskan bahwa pemerintah perlu fokus terhadap tiga hal utama untuk penguatan ekonomi dalam negeri, yaitu hilirisasi, orientasi ekspor dan substitusi impor, serta peningkatan kualitas investasi yang bisa lebih menyerap tenaga kerja. Sebenarnya program ini sudah menjadi bagian program asta cita Prabowo Subianto yang menjadi presiden terpilih.

“Dengan beberapa indikator yang ada, ekonomi nasional masih cenderung bagus dan bertahan positif dalam ketidakpastian global, sepanjang pemerintah konsisten mendorong program-program yang pro dengan pertumbuhan ekonomi dalam negeri,” pungkas Ajib.

Continue Reading

Populer