Connect with us

Breaking News

Apresiasi Perusahaan dan Proyek Pengembangan Terbaik, PropertyGuru Gelar Property Award 2023

Heru Yulianto

Published

on

Foto: Dok.PropertyGuru Indonesia

Sebagai sarana pemberian apresiasi kepada perusahaan dan proyek pengembangan terbaik di nusantara, PropertyGuru Group menyelenggarakan PropertyGuru Indonesia Property Awards Tahunan ke-9. Penghargaan tersebut hadir sebagai acara pembuka dari perayaan 10 tahun perayaan penting tersebut pada tahun 2024.

CEO dan Managing Director PropertyGuru Group Hari V Krishnan mengungkapkan, penerima penghargaan kali ini merefleksikan bagaimana sektor real estate di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan dan aspirasi pencari properti dari semua lapisan masyarakat yang terus berkembang.

“Kota-kota, kawasan industri, pengembangan komersial, dan perumahan ini menunjukkan rasa hormat terhadap lingkungan dan mencerminkan semangat inovasi yang mendorong perekonomian. Kepada seluruh pemenang tahun ini, selamat atas peran Anda dalam memimpin masa depan cerah bagi Indonesia,” ungkapnya dalam keterangan resmi, dikutip Minggu (17/09).

Lebih lanjut, pemenang PropertyGuru Indonesia Property Awards di negara utama berhak maju ke Grand Final PropertyGuru Asia Property Awards ke-18 yang dilaksanakan pada 8 Desember di Bangkok, Thailand. Dimana mereka akan bersaing memperebutkan penghargaan regional melawan rekan-rekan mereka dari negara lain di Asia Tenggara, India, Cina, Jepang, dan Australia.

Sementara itu, GM PropertyGuru Asia Property Awards and Events Jules Kay menyampaikan bahwa menjelang satu dekade PropertyGuru Indonesia Property Awards dalam merayakan pencapaian Indonesia, sungguh mengesankan melihat dedikasi para pemenang penghargaan tahun ini terhadap kelestarian lingkungan, inovasi teknologi, pengayaan komunitas, dan keunggulan.

“Pengembang terbaik di nusantara menciptakan properti residensial dan komersial yang menggabungkan konsep modern dan desain bagus dengan gaya hidup dan elemen alam untuk meningkatkan pengalaman hidup masyarakat Indonesia dan pembeli internasional di salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Asia Tenggara. Kami berharap dapat mendukung industri real estat Indonesia yang menetapkan tolok ukur baru dalam pengembangan dan desain di tahun-tahun mendatang,” ujar Jules.

Berikut daftar lengkap pemenang PropertyGuru Awards 2023:

  1. Developer Awards
  • Best Developer: Sinar Mas Land
  • Best Commercial Developer: Paramount Land
  • Best Hospitality Developer: Agung Sedayu Group
  • Best Lifestyle Developer: PT BSD Diamond Development
  • Best Boutique Developer: PT Mitra Bangun Prasada (Cimanggis Golf Estate)
  • Best Breakthrough Developer: PT Sinar Mitbana Mas. Highly Commended: PT Mitra Bangun Prasada (Cimanggis Golf Estate)
  1. Development Awards
  • Best Mega Township Development (Greater Jakarta): BSD City by Sinar Mas Land
  • Best Township Development (Greater Jakarta): Summarecon Bekasi by Summarecon Agung
  • Best Waterfront Township Development (Jakarta): Golf Island PIK (Kawasan Pantai Maju) & Riverwalk Island PIK (Kawasan Pantai Kita) by Agung Sedayu Group & Salim Group
  • Best Township Development (Greater Indonesia): Summarecon Bandung by PT Mahkota Permata Perdana (Summarecon Group)
  • Best Green Township Development: Kota Baru Parahyangan by PT Bela Parahiyangan Investindo
  • Best Waterfront Mixed Use Development: Ginza Beachwalk PIK2 by Agung Sedayu Group
  • Best Wellness Residential Development: The Zora by PT BSD Diamond Development
  • Best Affordable Condo Development (Greater Jakarta): Anwa Residence Apartemen at Bintaro by PT Hocky Anwa Lestari
  • Best Mid End Housing Development (Jakarta): Anwa Residence Puri by PT Kartunindo Perkasa Abadi, Highly Commended: Aria Puri by Greenwoods
  • Best Luxury Housing Development (Greater Jakarta): Layton at NavaPark by PT Bumi Parama Wisesa, Hongkong Land & Sinar Mas Land Joint Venture
  • Best High End Housing Development (Greater Jakarta): Matera Residences by Paramount Land. Highly Commended: Eonna at BSD City by Sinar Mas Land
  • Best Mid End Housing Development (Greater Jakarta): Alderwood Residence by Summarecon Agung TBK. Highly Commended: Gardenia @Paramount Petals by Paramount Land
  • Best Affordable Housing Development (Greater Jakarta): Parkville Serpong by PT Grand House Mulia Tbk. Highly Commended: Aryana Karawaci by Purinusa Group. Highly Commended: Spring Valley Extension by PT Sentul City Tbk
  • Best Townhouse Development (Greater Jakarta): Clarity House by Easton Urban Kapital
  • Best Housing Development (Greater Indonesia): Patra Residence Palagan by Patra Jasa
  • Best Eco Friendly Condo Development: Rainbow Springs Condovillas by Summarecon Serpong
  • Best Eco Friendly Housing Development: The Sanctuary Collection by Perennial Holdings Pte. Ltd, PT Cipta Harmoni Lestari, CNQC Realty (South Pacific). Highly Commended: Greenland Kemang Bogor by PT Graha Mitra Asia Tbk. Highly Commended: Nano Town 4 by Graha Nanotech Indonesia
  • Best Breakthrough Industrial Estate Development: Grand Batang City by PT Kawasan Industri Terpadu Batang. Highly Commended: Artha Industrial Hill by PT Bumi Anugerah Makmur
  • Best High Rise Office Development: Rajawali Place by PT Permadani Khatulistiwa Nusantara (member of Rajawali Property Group)
  • Best Hotel / Resort Development: Regis Hotel Jakarta by PT Permadani Khatulistiwa Nusantara (member of Rajawali Property Group)
  • Best Retail Development: Living World Denpasar Bali by Kawan Lama Group. Highly Commended: Indonesia Design District by Agung Sedayu Group and Salim Group, curated by Amantara
  • Best Green Development: Central Market PIK by Agung Sedayu Group and Salim Group, curated by Amantara
  • Best Smart Building Development: Knowledge Hub by Sinar Mas Land
  1. Design Awards
  •  Best Township Masterplan Design: Hiera-The Heartland of BSD City by PT Sinar Mitbana Mas. Highly Commended: Grand Batang City by PT Kawasan Industri Terpadu Batang.  Highly Commended:  Summarecon Crown Gading by Summarecon Agung
  • Best Upper Condo Architectural Design: TwoSenopati by Asiana Group
  • Best Affordable Condo Architectural Design: Aspena Residence by PT Taspen Properti Indonesia
  • Best Luxury Housing Architectural Design: Garden Residence at Emeralda Golf by PT Atera Anugrah Makmur, member of Ateraland
  • Best High End Housing Architectural Design: The Sanctuary Collection by Perennial Holdings Pte Ltd, PT Cipta Harmoni Lestari, CNQC Realty (South Pacific). Highly Commended: Morizen @Summarecon Bekasi by Summarecon Agung
  • Best Affordable Housing Architectural Design: Tamansari Swarna Residence by PT Wijaya Karya Realty
  • Best Housing Architectural Design (Greater Indonesia): Serenity Central City, Beachside by Central Group. Highly Commended: Sunny Ocean View by Sunny Development Group
  • Best High End Housing Interior Design: Jasmia Residence @Summarecon Crown Gading by Summarecon Agung. Highly Commended:  The Sanctuary Collection by Perennial Holdings Pte. Ltd, PT Cipta Harmoni Lestari, CNQC Realty (South Pacific)
  • Best Condo Landscape Design: Rainbow Springs Condovillas by Summarecon Serpong. Highly Commended: Andara Living by Asiana Group. Highly Commended: Tamansari Skylounge Balikpapan by PT Wijaya Karya Realty
  • Best Housing Landscape Design: The Sanctuary Collection by Perennial Holdings Pte. Ltd, PT Cipta Harmoni Lestari, CNQC Realty (South Pacific). Highly Commended: Serenity Central City, Beachside by Central Group
  1. Best of Indonesia Awards
  •  Best Housing Development (Indonesia): Layton at NavaPark by PT. Bumi Parama Wisesa, Hongkong Land & Sinar Mas Land Joint Venture
  1. Special Awards
  • Special Recognition in ESG: Sinar Mas Land
  1. Publisher’s Choice
  •  Indonesia Real Estate Personality of the Year: Loemongga Haoemasan, President Director, Asiana Group

Breaking News

Peringati Hari Pajak, Kanwil DJP Jakbar Gelar Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis

Heru Yulianto

Published

on

Foto: Dok.Kanwil DJP Jakbar

Sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Pajak 2024 sekaligus kampanye simpatik, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Barat (Jakbar) menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis yang ditujukan bagi masyarakat yang membutuhkan atau kurang mampu.

Di mana, kegiatan tersebut dilaksanakan dalam tiga tahap yakni skrining (13 Juli 2024 berlokasi di Kanwil DJP Jakarta Barat), operasi (20 Juli 2024 berlokasi di RS Ukrida), dan pemeriksaan pascaoperasi (21 Juli 2024 berlokasi di RS Ukrida).

Dalam sambutannya, Dirjen Pajak Suryo Utomo mengungkapkan bahwa 14 Juli 2024, DJP berusia 79 tahun. DJP bertugas mengumpulkan uang untuk negara.

“Dengan target penerimaan Rp 1.989 triliun, kami tidak bisa sendirian. Kami terus bekerja sama dengan para pihak,” ungkapnya dalam kegiatan operasi katarak gratis di RS Ukrida, Jakarta, dikutip Senin (22/07).

Ia menambahkan bahwa kerja sama tersebut dilakukan dari dua sisi yakni dari konteks pekerjaan dan konteks kemanusiaan.

“Tujuannya adalah untuk menyejahterakan masyarakat, salah satunya melalui kegiatan bakti sosial operasi katarak gratis,” tambahnya.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Erha Clinic, RS Ukrida, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), dan Himpunan Bersatu Teguh (HBT).

Sementara itu, Walikota Kota Administrasi Jakarta Barat Uus Kuswanto memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan Bakti Sosial Operasi Katarak Gratis.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi warga Jakarta Barat. Kegiatan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Semoga DJP semakin sukses dan penuh berkah. Semua ini dapat terlaksana dengan kolaborasi dan hubungan yang baik antarinstitusi,” ujar Uus.

Wakil Direktur Medis RS Ukrida Dr. Evan Aditya juga mengatakan bahwa RS Ukrida mendukung setiap kegiatan yang memberikan dampak bagi masyarakat. Dengan adanya bakti sosial, masyarakat dapat merasakan manfaatnya dan juga dapat meningkatkan kualitas hidup.

Mewakili Perdami, HBT, dan Erha Klinik, Dr. Andreas Sofiandi pun menyampaikan ucapan terima kasih atas fasilitas yang telah disediakan oleh RS Ukrida dan dukungan dan sinergi dari Kanwil DJP Jakarta Barat.

Dalam kegiatan tersebut, 500 orang telah mendaftakan diri untuk menjadi calon pasien, namun hanya 212 pasien yang lolos tahap skrining dan berhasil dilakukan tindakan operasi katarak. Kegiatan operasi katarak yang diselenggarakan ini menunjukkan kepedulian DJP terhadap semua lapisan masyarakat agar semua dapat merasakan manfaat pajak.

Continue Reading

Breaking News

DJP: Hingga Juni 2024, Pajak Atas Usaha Ekonomi Digital Capai Rp 25,88 Triliun

Heru Yulianto

Published

on

Foto: Istimewa

Hingga 30 Juni 2024, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mencatat bahwa penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp 25,88 triliun. Jumlah tersebut berasal dari pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebesar Rp 20,8 triliun, pajak kripto sebesar Rp 798,84 miliar, pajak fintech (P2P lending) sebesar Rp 2,19 triliun, dan pajak yang dipungut oleh pihak lain atas transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah (pajak SIPP) sebesar Rp 2,09 triliun.

Sementara itu, Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2Humas) DJP Dwi Astuti mengungkapkan bahwa sampai dengan Juni 2024 pemerintah telah menunjuk 172 pelaku usaha PMSE menjadi pemungut PPN. Pada bulan Juni 2024, tidak terdapat penunjukan, pembetulan/perubahan data maupun pencabutan pemungut PPN PMSE. Dari keseluruhan pemungut yang telah ditunjuk, 159 PMSE telah melakukan pemungutan dan penyetoran PPN PMSE sebesar Rp 20,8 triliun.

“Jumlah tersebut berasal dari Rp 731,4 miliar setoran tahun 2020, Rp 3,90 triliun setoran tahun 2021, Rp 5,51 triliun setoran tahun 2022, Rp 6,76 triliun setoran tahun 2023, dan Rp 3,89 triliun setoran tahun 2024,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (20/07).

Selanjutnya, penerimaan pajak kripto telah terkumpul sebesar Rp 798,84 miliar sampai dengan Juni 2024. Penerimaan tersebut berasal dari Rp 246,45 miliar penerimaan tahun 2022, Rp 220,83 miliar penerimaan tahun 2023, dan Rp 331,56 miliar penerimaan 2024.

“Penerimaan pajak kripto tersebut terdiri dari Rp 376,13 miliar penerimaan PPh 22 atas transaksi penjualan kripto di exchanger dan Rp 422,71 miliar penerimaan PPN DN atas transaksi pembelian kripto di exchanger,” tambahnya.

Lalu, Pajak fintech (P2P lending) juga telah menyumbang penerimaan pajak sebesar Rp 2,19 triliun sampai dengan Juni 2024. Penerimaan dari pajak fintech berasal dari Rp 446,39 miliar penerimaan tahun 2022, Rp 1,11 triliun penerimaan tahun 2023, dan Rp 635,81 miliar penerimaan tahun 2024.

“Pajak fintech tersebut terdiri atas PPh 23 atas bunga pinjaman yang diterima WPDN dan BUT sebesar Rp 732,34 miliar, PPh 26 atas bunga pinjaman yang diterima WPLN sebesar Rp 270,98 miliar, dan PPN DN atas setoran masa sebesar Rp 1,19 triliun,” imbuhnya.

Untuk penerimaan pajak atas usaha ekonomi digital lainnya berasal dari penerimaan pajak SIPP. Hingga Juni 2024, penerimaan dari pajak SIPP sebesar Rp 2,09 triliun. Penerimaan dari pajak SIPP tersebut berasal dari Rp 402,38 miliar penerimaan tahun 2022, sebesar Rp1,12 triliun penerimaan tahun 2023, dan Rp 572,17 miliar penerimaan tahun 2024. Penerimaan pajak SIPP terdiri dari PPh sebesar Rp 141,23 miliar dan PPN sebesar Rp 1,95 triliun.

“Dalam rangka menciptakan keadilan dan kesetaraan berusaha (level playing field) bagi pelaku usaha baik konvensional maupun digital, pemerintah masih akan terus menunjuk para pelaku usaha PMSE yang melakukan penjualan produk maupun pemberian layanan digital dari luar negeri kepada konsumen di Indonesia,” ujar Dwi.

Ia pun menyampaikan bahwa pemerintah akan menggali potensi penerimaan pajak usaha ekonomi digital lainnya seperti pajak kripto atas transaksi perdagangan aset kripto, pajak fintech atas bunga pinjaman yang dibayarkan oleh penerima pinjaman, dan pajak SIPP atas transaksi pengadaan barang dan/atau jasa melalui SIPP.

Continue Reading

Breaking News

Apindo: Formasi Para Wakil Menteri, Langkah Memuluskan Transisi

Heru Yulianto

Published

on

Foto: Istimewa

Pada Kamis (18/07) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik 3 wakil Menteri yaitu Thomas Djiwandono menjadi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Sudaryono menjadi Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) dan Yuliot menjadi Wakil Menteri Investasi.

Menanggapi hal tersebut, Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani mengungkapkan bahwa Kemenkeu menjadi posisi yang sangat disorot, karena kebijakan fiskal yang tengah menghadapi tantangan cukup rumit. Terlebih, sejak era pandemi, terjadi realokasi dan refocusing dana yang mengakibatkan perjalanan para kementerian tidak se ideal awal.

Scaring effect ini masih terus berlanjut, dan bahkan tahun 2025 utang jatuh tempo mencapai Rp 800 triliun, yang membuat ruang fiskal semakin sempit. Ditambah dengan program populis Prabowo Subianto berupa makan bergizi gratis memerlukan alokasi yang cukup signifikan menguras fiskal. Apalagi terbangun narasi dari partai PDIP agar pemerintah bisa mendesain kebijakan dengan defisit fiskal 0 persen,” ungkapnya, dikutip Majalahpajak.net pada Jumat (19/07).

Ia menambahkan, posisi Wamenkeu yang diisi oleh seorang Thomas Djowandono menunjukkan Prabowo Subianto ingin memitigasi semua resiko fiskal sejak dini. Menurutnya, Thomas adalah sosok yang menjadi bendahara umum Partai Gerindra, posisi yang sangat lekat dengan pengelolaan dana dan keuangan.

“Walaupun kebijakan fiskal mempunyai wilayah yang berbeda, tetapi keahlian dan pengalaman Thomas Djiwandono akan bermanfaat dalam manajemen yang akuntabel,” tambahnya.

Lalu, Kementan juga mempunyai posisi yang relatif istimewa, karena Prabowo Subianto sangat identik dengan pertanian dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Sektor agraris dan sektor pangan ke depan akan menjadi salah satu isu sentral yang akan menjadi tumpuan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.

“Lebih dari 27 juta rumah tangga yang hidupnya dari sektor pertanian ini. Pemerintah baru harus lebih fokus membangun ekosistem bisnis yang memberikan nilai tambah terbaik buat para pelaku usaha agraris,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ajib menyampaikan bahwa dengan dipilihnya Sudaryono sebagai pengisi pos Wamentan menjadi sosok yang menarik. Apalagi, sosok muda yang identik dengan ekonomi mikro dan UMKM, tentunya lekat dengan detail dan lekat dengan lapangan.

“Hal ini yang diharapkan akan memperkuat kinerja Kementerian Pertanian sehingga lebih fokus dengan para petani dan secara kuantitatif bisa meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) secara eskalatif,” ujarnya.

Selain itu, Kementerian Investasi menjadi salah satu kementerian yang disorot, termasuk posisi Menteri Bahlil Lahadalia yang menjadi ketua beberapa satuan tugas (satgas), dan terakhir bahkan ditunjuk menjadi Ketua Satgas Swasembada Gula dan Bioethanol. Banyaknya posisi tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi dari Presiden Jokowi.

Akan tetapi, kementerian tersebut masih mempunyai catatan, yaitu kualitas investasi yang cenderung kurang menyerap tenaga kerja. Dalam 4 tahun terakhir pencapaian investasi selalu over target, bahkan target tahun 2024 sebesar Rp 1.650 triliun optimis bisa tercapai.

“Tetapi pencapaian ini tidak diiringi dengan kualitas penyerapan tenaga kerja. Tahun 2023 tercatat terserap 1,8 juta tenaga kerja, atau setara 60 persen dari target awal sebesar 3 juta tenaga kerja. Jumlah pengangguran yang mencapai 7 juta orang menjadi PR besar pemerintah,” jelas Ajib.

Terkait sosok yang mengisi pos Wakil Menteri Investasi, Ajib mengatakan bahwa Yuliot merupakan sosok teknokrat yang sangat berpengalaman di Kementerian Investasi, dan terakhir menjabat sebagai Deputi Pengendalian dan Pelaksanaan Modal BKPM.

“Penguatan unsur teknokrat di Kementerian Investasi ini menunjukkan bahwa masih banyak program dari internal kementerian yang memerlukan keberlanjutan,” katanya.

Tidak hanya itu saja, Ajib pun menerangkan bahwa ekonomi adalah tentang keyakinan. Pasar harus mempunyai keyakinan bagaimana transisi pemerintahan dan program pemerintah bisa berjalan dengan baik. Pengisian posisi para wakil menteri ini adalah bentuk langkah Presiden Jokowi dan presiden terpilih Prabowo Subianto untuk proses transisi yang mulus.

“Indonesia mempunyai potensi yang besar menuju Indonesia Emas 2045, tetapi dihadapkan pada tantangan ekonomi yang cukup komplek menjelang transisi pemerintahan. Dunia usaha selalu punya harapan dan keyakinan, bahwa ekonomi Indonesia akan tetap stabil dan prospektif,” pungkasnya.

Continue Reading

Populer