Terhubung dengan kami

Entertainment

Anggun C Sasmi Kembali Sabet Penghargaan Internasional

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Setelah 21 tahun Anggun Cipta Sasmi merintis karier di Perancis sebagai seorang penyanyi internasional, diva musik pop sekaligus Youth and United Nations Global Alliance (YUNGA) Ambassador asal Indonesia ini makin memantapkan eksistensinya sebagai penyanyi yang konsisten melahirkan karya-karya bermutu. Tercatat belasan penghargaan lokal dan internasional yang sudah diraihnya sebagai bukti talenta yang dimiliki wanita berdarah Jawa ini.

Pada 17 November lalu, Anggun kembali menyabet dua penghargaan bergengsi sekaligus di ajang penghargaan musik multikultur internasional Jerman, Daf BAMA MUSIC AWARDS 2017 di Barclaycard Arena Hamburg, Jerman. Ibu satu anak ini meraih predikat BAMA’S Best Female dan Best Asian Act.

“Saya merasa terhormat dengan dua penghargaan internasional di Jerman ini, sebuah negara yang kerap saya kunjungi dan melakukan touring dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap Anggun pada rilis yang diterima Majalah Pajak akhir November lalu.

Penghargaan tersebut juga sebagai pelengkap kebahagiaan Anggun setelah lagu berjudul “What We Remember” yang dirilis Oktober lalu mendapat apresiasi luar biasa, baik dari penggemarnya maupun figur publik kenamaan seperti Perez Hilton. Single tersebut merupakan cuplikan pertama dari album barunya yang diluncurkan pada 8 Desember ini.

Di tengah-tengah kesibukannya sebagai penyanyi, juri Asia’s Got Talent, dan aktivitas sosialnya, wanita rendah hati ini tetap memikirkan para penggemarnya di Indonesia.

“Antara karier internasional dan rekaman Asia’s Got Talent, saya hanya punya sedikit waktu untuk kembali ke Jakarta. Tapi saya janji akan segera ke Indonesia,” terang Anggun yang baru saja menyelesaikan konser tur berbahasa Perancis di negara-negara Eropa.

Editor Majalah Pajak Freelance writer, Part-time Traveller, Full-time learner

Klik untuk Komen

TaxPoeple, Anda harus masuk log untuk mengirim komentar Masuk

Balas

Entertainment

“Indonesia sangat Istimewa”

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Nama Hiroaki Kato belakangan semakin populer di masyarakat Indonesia. Pasalnya, musisi asal Jepang ini diberi kepercayaan menyanyikan dua lagu theme song Asian Games 2018, yakni “Bright as The Sun” dalam bahasa Jepang dan “Meraih Bintang” yang diaransemen ulang menjadi tiga bahasa—Jepang, Inggris, dan Indonesia.

Di video klip “Meraih Bintang”, si jangkung berparas tampan yang mencintai Indonesia ini tampil menawan menggunakan perpaduan Kimono dan Batik yang didesain oleh Rou Indonesia. Tak pelak, pria yang fasih berbahasa Indonesia ini pun diundang sebagai pengisi acara di Opening Ceremony Asian Games 2018 dan Asian Festival di Palembang, 18 Agustus lalu.

Ini memang bukan kali pertama Hiro menerjemahkan lagu-lagu Indonesia ke dalam Bahasa Jepang. Ia tercatat pernah bekerja sama dengan musisi terkenal tanah air seperti Letto dengan lagunya “Ruang Rindu”, Tulus dengan lagunya “Sepatu”, dan Nidji dalam lagu “Laskar Pelangi”. Bahkan, ia sempat juga menerjemahkan novel Laskar Pelangi ke dalam bahasa Jepang.

Dalam wawancara dengan Majalah Pajak awal Agustus lalu, Hiro menceritakan bahwa demi menyelesaikan terjemahan novel itu, pria kelahiran Tokyo, 35 tahun silam ini sempat tinggal di Desa Gantong, Belitung Timur selama dua minggu. Hingga saat ini, ia pun kerap mengunjungi Negeri Laskar Pelangi itu untuk sekadar berlibur.

“Tempat itu sangat berkesan buat saya. Orang-orang Desa Gantong baik semua, dan kelihatannya tuh sederhana saja cuma makan tempe, ngopi, terus ngobrol-ngobrol sama warganya, itu sangat-sangat menarik dan luar biasa,” tutur Hiro.

Baginya Indonesia sangat istimewa karena memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang mempersatukan banyak pulau, suku, bahasa, adat, dan agama.

“Jepang sukunya sangat sedikit, bahasanya juga hampir sama hanya logatnya saja yang berbeda. Kalau kalian itu beda pulau beda bahasa, tapi tetap jadi orang Indonesia dan itu yang sangat menarik,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca

Entertainment

Kami Bayar Pajak, Lindungi Hak Kami

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Masih rendahnya tingkat kepatuhan pajak di kalangan pekerja seni mendorong Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk meningkatkan program sosialisasi melalui berbagai kegiatan, salah satunya mengadakan dialog perpajakan khusus pekerja seni. Menurut data DJP, dari 1.307 pekerja seni yang terdaftar, hanya 640 Wajib Pajak (WP) atau 49 persen yang melapor SPT Tahunan.

Musisi senior Dwiki Darmawan yang hadir di acara dialog tersebut membenarkan data yang dibeberkan DJP. Bahkan, terdapat 50 persen anggota yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sehingga sulit untuk dikenakan Pajak Penghasilan (PPh). Musisi jazz yang juga suami penyanyi Ita Purnamasari ini mengatakan, banyaknya selebriti yang belum memiliki NPWP adalah karena ketidaktahuan mereka terhadap perpajakan. Kurangnya sosialisasi dari DJP diyakini membuat para pekerja seni enggan mendekat dengan urusan perpajakan.

Menurut Dwiki, kegiatan sosialisasi harus terus digencarkan untuk menghapus persepsi di kalangan pekerja seni yang memandang bahwa pengurusan pajak itu rumit.

“Pulang dari sini jadi timbul keyakinan, kan. Kebetulan saya datang, ya, diharapkan bisa ikut sebarkan juga ke teman-teman,” jelasnya pada Majalah Pajak di Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat DJP, Jakarta Selatan pada pertengahan April lalu.

Sehari selesai

Dwiki yang tercatat sebagai Wajib Pajak KPP Pratama Serpong ini pun tidak menampik kalau pelayanan pajak kini mudah dan cepat. Pengalaman tersebut ia rasakan sendiri saat mengurus Amnesti Pajak tahun lalu.

“Saya ingat tax amnesty tahun lalu, enggak ada kesulitannya. Kami datang ke KPP semuanya terinformasi, urusannya juga sehari selesai.”ujarnya

Walau begitu, Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Artis, Penata Musik dan Pencipta Lagu Indonesia (PAPPRI) ini menitipkan pesan kepada pengelola pajak di negeri ini terkait dengan masa depan pekerja seni di industri kreatif. Dengan adanya kemudahan akses internet sekarang ini membuat praktik pembajakan kian merajalela.

“Kalau zaman dulu ada CD dan DVD bajakan, sekarang ada illegal download. Kami bikin lagu capai-capai, enggak dibayar. Kami, pembayar pajak patuh yang PPh-nya sudah dipotong, ingin hak-hak kekayaan ekonomi serta hak atas kekayaan intelektual kami terlindungi.”—Ruruh Handayani

Lanjutkan Membaca

Entertainment

Hak Negara Kembalikan ke Negara

Sejar Panjaitan

Diterbitkan

pada

Penulis:

 

Bagi aktor dan pembawa acara Choky Sitohang, warga negara yang baik harus menyadari pentingnya sumbangsih pajak untuk keberlangsungan tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Jika kesadaran dan tanggung jawab untuk membangun bangsa itu ada dalam diri setiap warga, ia meyakini Indonesia akan mampu menjadi negara maju.

Sejak kecil, pria berdarah Batak yang memiliki kakek seorang tentara ini sudah ditanamkan nilai-nilai nasionalisme. Ia mengerti pentingnya berkontribusi untuk negara dan larangan melanggar undang-undang. Tempaan ini membentuk aktor kelahiran Priangan, 35 tahun silam ini sebagai warga yang taat pajak.

Apa yang jadi hak Negara kembalikan ke Negara

“Kamu kerja dapat berkat, kembalikan dalam bentuk zakat. Apa yang Tuhan punya kembalikan ke Tuhan dan apa yang jadi hak negara kembalikan ke negara. Sisanya kelola hidupmu, berkah pasti,” tuturnya pada Majalah Pajak usai acara Farewell Tax Amnesty di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/1).

Choky mengaku ia mengikuti program Amnesti Pajak di periode awal. Pemain film Cinta tapi Beda ini mengungkapkan rasa leganya setelah mengikuti program tersebut karena telah berdamai dengan dirinya sendiri dan menghindari kebohongan. Ia pun dapat menjalani hari-harinya dengan tenang.

Pemilik tinggi badan 175 cm ini berpesan untuk fokus pada perbuatan dan integritas diri sendiri ketimbang repot dengan perbuatan orang lain.

“Memang masih ada oknum yang tidak melakukan tugas dan fungsinya dengan baik, tapi pasti akan ketahuan, ditindak, dan dipermalukan. Jadi, jangan ngurusin ke situ,” pesannya.

Lanjutkan Membaca

Breaking News

Breaking News4 minggu lalu

Prasyarat Menuju Industry 4.0

Revolusi Industri 4.0 menjadi peluang menyerap banyak tenaga kerja profesional. Namun, perlu upaya “link and match” antara industri dengan lembaga...

Breaking News1 bulan lalu

Menjaga Momentum Reformasi Perpajakan

Penulis: Aditya Wibisono   Reformasi perpajakan di Indonesia saat ini sudah memasuki tahun kedua dengan target penyelesaian yang dipercepat, yang...

Breaking News1 bulan lalu

Tiga Pilar Sukses Pajak

Di usia yang ke-53 tahun, Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) telah menjadi asosiasi berkelas dunia dengan jumlah anggota yang memiliki...

Breaking News2 bulan lalu

Andai Lapor Pajak Bisa Lebih Sederhana

 Meski pemerintah telah berupaya keras melakukan simplifikasi aturan dan tata cara memenuhi kewajiban perpajakan bagi Wajib Pajak, ternyata sistem perpajakan...

Breaking News2 bulan lalu

‘Sajak’ untuk Generasi Millennial

Penulis: Nilasari   Bonus demografi yang dipenuhi oleh generasi millennial harus dioptimalkan untuk mendukung budaya sadar pajak yang diharapkan dapat...

Breaking News3 bulan lalu

Mengisi Ruang Penyempurnaan

DJP terus mengembangkan program-program untuk memaksimalkan kinerja dan kualitas pelayanan, mulai dari simplifikasi aturan, penurunan tarif pajak hingga penguatan teknologi...

Breaking News4 bulan lalu

Forum Ekonomi Dunia Nobatkan OnlinePajak Sebagai Pionir Teknologi 2018

OnlinePajak, aplikasi perpajakan pertama di Indonesia yang mengadaptasi teknologi blockchain, semakin menancapkan eksistensinya di dunia fintek setelah dinobatkan sebagai Pionir...

Breaking News8 bulan lalu

Panglima TNI: Patuh Pajak Wujud Cinta Tanah Air

Panglima Tentara Nasional Indonesia, Marsekal Hadi Tjahjanto, menegaskan, kepatuhan melaksanakan hak dan kewajiban perpajakan merupakan wujud cinta tanah air bagi...

Breaking News9 bulan lalu

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

PT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di Kantor Pusat...

Breaking News10 bulan lalu

Majalah Pajak Print Review

Advertisement Pajak-New01

Trending