Connect with us

Breaking News

Ajak Pengembang Lokal, Kemenparekraf Bikin Kampanye Cegah COVID-19 Lewat Gim Kreatif

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Banyak cara dilakukan pemerintah untuk melakukan kampanye pencegahan COVID-19. Misalnya yang dilakukan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf).  Menggandeng insan kreatif dan beberapa perusahaan, kementerian ini membuat kampanye pencegahan COVID-19 melalui gim kreatif buatan pengembang gim lokal.

Direktur Industri Kreatif Film Televisi dan Animasi, Kemenparekraf/Baparekraf, Syaifullah mengatakan, pihaknya dalam kegiatan bertema “Game Lokal Kreasi Indonesia” atau GELORA 2020 telah menetapkan tujuh pengembang gim lokal untuk diberikan fasilitasi dalam mewujudkan ide pengembangan gim untuk sosialisasi pencegahan dan penanganan wabah COVID-19.

Dukungan terhadap gerakan ini kemudian berkembang luas, yaitu beberapa pengembang dan penerbit gim Indonesia turut mengamplifikasi pesan dari GELORA 2020 agar bisa diterima lebih banyak orang melalui gim yang sedang dikembangkan ataupun yang sudah dirilis.

“Tujuan utama dari GELORA adalah untuk mendorong kreasi anak bangsa dalam menciptakan gim-gim yang inovatif,” kata Syaifullah dalam keterangannya, dalam keterangannya, Selasa (16/6/2020).

Pengembang dan penerbit gim Indonesia tersebut salah satunya adalah Megaxus Infotech. Penerbit gim papan atas Indonesia ini mengungkapkan bahwa mereka siap mendukung pelaksanaan kampanye GELORA 2020 melalui sebuah game mobile yang tengah mereka kembangkan.

Selain itu, ada juga Yayasan Teknologi untuk Indonesia yang juga siap membantu untuk membawa pesan-pesan sosialisasi GELORA 2020 dalam game mobile mereka yang sudah rilis.

Berjudul “Dawn of Civilization: Game for Charity”, gim ini adalah sebuah wahana edukasi gratis ciptaan Solve Education! Indonesia yang bisa dimainkan tanpa memakai kuota internet. Gim ini mengajak anak belajar tentang bahaya COVID-19, cara menjaga diri dan lingkungan, serta menangkal hoaks.

Syaifullah mengatakan, program GELORA sebagai bagian dari stimulus pemerintah terhadap industri kreatif, diharapkan dapat membantu meringankan beban pebisnis yang terpengaruh. Di sisi lain, karya-karya yang dihasilkan diharapkan dapat membantu pemerintah menyampaikan pesan-pesan kepada masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi pandemi ini.

“Bila diterima baik, diharapkan ke depannya program ini dapat berlanjut dan gim mulai menjadi medium penyampaian pesan yang umum bagi masyarakat Indonesia,” kata dia.

Sebelumnya Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Josua Simanjuntak mengatakan, di tahun 2020 ini pihaknya fokus kepada melakukan kampanye berbagai kebijakan pemerintah terkait penanganan COVID-19 dengan cara yang menghibur, tetapi penuh unsur edukasi. Sehingga orang-orang tidak menyadari bahwa selama mereka asyik memainkan gim, secara tidak langsung mereka juga terpapar informasi-informasi kesehatan dan sosialisasi ini.

“Nantinya, gim-gim ini akan dikampanyekan oleh Kemenparekraf untuk menjadi salah satu media interaktif sosialisasi pencegahan dan penanganan Covid-19,” kata Josua.

Program GELORA tidak akan hanya berhenti pada tahun ini saja. GELORA akan hadir kembali pada tahun-tahun mendatang, sehingga para pengembang gim lokal yang belum berhasil pada gelaran GELORA 2020, bisa menyiapkan gim kreatifnya dan mengikuti program ini pada tahun depan.

Breaking News

Dukung Program Wirausaha Sosial Kurangi Sampah Makanan Melalui Kampanye Towards Zero Food Waste

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net – Berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Dunia (FAO), sampah makanan atau food waste di dunia jumlahnya mencapai 1,3 miliar ton. Sementara itu, di Indonesia sendiri, berdasarkan data The Economist Intelligence Unit tahun 2016, setiap satu orang menyumbang sampah makanan sebanyak 300 kilogram per tahun. Fakta itu menjadikan Indonesia sebagai negara berkembang dengan sampah dan pemborosan makanan yang paling tinggi atau berada di peringkat kedua dari 25 negara yang dilakukan penilaian ketahanan pangannya dalam Food Sustainability Index.

Sampah makanan pada ranah konsumsi justru memproduksi jejak karbon terbesar dari seluruh elemen rantai pasok pangan. Hal ini dikarenakan aspek konsumsi mencakup segala elemen mulai dari proses agrikultur, distribusi, masak-memasak hingga makanan tersebut disia-siakan konsumen. Tahun ini, Bank DBS Indonesia sebagai lembaga keuangan yang menjalankan praktik bisnis berkelanjutan menginisiasi gerakan #MakanTanpaSisa dalam kampanye “Towards Zero Food Waste”, guna mendorong masyarakat sebagai konsumen untuk lebih memperhatikan dan peduli terhadap makanan yang mereka konsumsi agar mengurangi sampah makanan yang dihasilkan. Kampanye “Towards Zero Food Waste” ini merupakan upaya Bank DBS Indonesia dalam mengedukasi masyarakat dan meningkatkan kesadaran dalam mengurangi dan mengelola sampah makanan, juga berkontribusi dalam penyediaan makanan untuk masyarakat yang terkena dampak pandemi dan orang-orang yang membutuhkan, melalui kerja sama dengan berbagai wirausaha sosial, organisasi, media, dan masyarakat.

“Faktanya masih banyak orang yang belum sadar akan bahaya sampah makanan, jika dibiarkan menumpuk akan menghasilkan gas metana yang pada akhirnya memperburuk pemanasan global. Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan yang berkesinambungan, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk mengurangi angka sampah makanan di Indonesia. Didorong oleh salah satu fokus kerja kami yaitu sustainability atau keberlanjutan, Bank DBS Indonesia mengambil andil dalam memberikan dampak sosial positif terutama di sektor lingkungan,” ujar Executive Director, Head of Group Strategic Marketing Communication, PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika.

Pada masa pandemi saat ini, Bank DBS Indonesia tetap berkontribusi dalam mengurangi sampah makanan dan meningkatkan kesadaran konsumsi pada masyarakat melalui program donasi dalam kampanye “Towards Zero Food Waste”. Kampanye ini dapat turut didukung dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menonton video “Watch to Donate” di tautan berikut: https://go.dbs.com/makantanpasisa-id. Bank DBS Indonesia bekerja sama dengan Foodbank of Indonesia (FOI) untuk menyalurkan delapan ton porsi makanan bagi mereka yang membutuhkan untuk sepuluh juta views yang terkumpul. Selain itu, bagi pengguna kartu kredit digibank by DBS, nasabah dapat berpartisipasi melalui program “Buy 1 Meal to Give 1 Meal”, dengan membeli single meal di aplikasi Yummybox menggunakan kartu kredit digibank dan menukar customer rewards kartu kredit digibank dengan donasi paket sembako melalui kerja sama dengan wirausaha sosial Garda Pangan. Dengan demikian, nasabah turut berkontribusi memberikan donasi satu kotak makan bernutrisi bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tidak hanya individu, Bank DBS Indonesia pun mengajak wirausaha sosial turut serta dalam menyuarakan gerakan ini dan memberikan dukungan atas usaha keberlanjutan yang dilakukan. Sebagaimana salah satu peran wirausaha sosial yakni untuk memberikan solusi bagi permasalahan sosial, Kecipir dan Medan Tehnik hadir dalam mengatasi sampah makanan di Indonesia.

Kecipir dan Medan Tehnik merupakan bagian dari mitra wirausaha Bank DBS Indonesia yang menerima bantuan berupa ide bisnis baru serta mentoring dari program Hungry For Change. Program Hungry For Change ini merupakan inisiasi Bank DBS, di mana para karyawan DBS berkesempatan untuk memberikan solusi dalam mengatasi masalah yang dihadapi wirausaha sosial yang bisnisnya fokus pada Zero Food Waste di seluruh Asia. Solusi dan ide dari para karyawan ini kemudian akan ditinjau kembali dan disampaikan kepada para wirausaha sosial, sehingga memungkinkan mereka untuk mendapatkan perspektif baru atas permasalahan yang mereka hadapi serta ide segar yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis mereka.

Didirikan pada tahun 2015, Kecipir memotong perantara rantai pasokan dengan cara memproduksi panen sesuai dengan permintaan (demand-based). Terhitung sejak berdiri hingga Juni 2020, Kecipir telah mengurangi lebih dari 100.000 kg sampah makanan dengan memberlakukan sistem harvest by demand – hanya yang dipesan yang dipanen – Kecipir juga telah mengurangi lebih dari 600 kg pemakaian plastik sekali pakai dengan hanya menggunakan keranjang, tas daur ulang, atau daun dalam mengemas produknya.

Selain berupaya untuk mengurangi sampah makanan, Kecipir juga berkomitmen untuk mendukung keberlanjutan kehidupan serta kesejahteraan tiap petaninya dengan menawarkan margin keuntungan yang lebih baik. Kecipir sendiri telah mempekerjakan 35 grup petani lokal, dengan 10 hingga 20 orang di dalam grup tersebut. Sebagai produsen makanan organik, di mana dalam proses tanam dan panennya tidak menggunakan pestisida dan cairan kimia, kesehatan para petani Kecipir meningkat pula secara signifikan. Kecipir berupaya untuk meringkas rantai distribusi, sehingga petani dapat mendistribusikan hasil panen langsung ke konsumen melalui Kecipir.com. Dengan ini, harga jual sayuran organik dapat ditekan sehingga konsumen tidak terlalu mahal membelinya. Harga jual petani sayuran organik di Kecipir pun rata-rata naik menjadi 30% dalam rantai nilai dari sebelumnya hanya 15% ketika dijual melalui perantara atau langsung ke konsumen. Hal ini kemudian dapat membuat petani lebih sejahtera.

“Bank DBS Indonesia melalui program mentoring DBS Foundation mendukung Kecipir dalam usaha keberlanjutan kami yaitu mengurangi sampah sisa makanan melalui efektivitas rantai pasokan dan menciptakan berbagai produk ramah lingkungan. Dukungan ini meyakinkan kami untuk dapat melebarkan wirausaha Kecipir dalam bidang teknologi, marketing, operations, dan kerja sama dengan beberapa pihak lain,” tutur CEO dan Co-Founder dari Kecipir, Tantyo Bangun.

Di sisi lain, untuk memberikan solusi ramah lingkungan, Medan Tehnik telah mendaur ulang sampah makanan  sejak 2016. Kegiatan Medan Tehnik juga didorong oleh data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia di tahun 2018 yang menyatakan bahwa kota Medan merupakan kota metropolitan terkotor di Indonesia. Produk inovasi daur ulang sampah makanan yang dihasilkan oleh Medan Tehnik diantaranya  adalah turunan produk Eco Enzyme (cairan pembersih organik yang terbuat dari sampah sayuran), seperti shampo, sabun, dan lainnya, Eco Grow (pupuk organik yang terbuat dari kotoran sapi dan sampah makanan), dan Eco Soap (sabun organik yang terbuat dari sampah minyak goreng dengan campuran Eco Enzyme dan sisa kopi bubuk).

Selain itu, Medan Tehnik juga berkomitmen untuk mensosialisasikan gerakan zero food waste ke lebih banyak masyarakat di Medan dengan memberikan pelatihan pada beberapa komunitas, sekolah, serta usaha rumahan. Penerima manfaat (beneficiary) utama Medan Tehnik yaitu puluhan wanita, remaja berkebutuhan khusus dan keluarga berpenghasilan rendah yang tersebar di berbagai komunitas akar rumput di kota Medan dan sekitarnya. Menjalankan wirausaha sosial sejak 2010, Medan Tehnik kini telah merambah ke lini digital dengan meluncurkan aplikasinya sendiri guna mempermudah dalam menghitung jumlah sampah makanan yang diolah setiap harinya. “Dukungan dari Bank DBS Indonesia memberikan kami lebih lagi rasa percaya diri untuk menjalankan program-program kami dalam mendaur ulang sampah makanan di Medan, di mana kami menargetkan pengurangan sampah sebanyak 120 ton pada tahun 2022 mendatang, serta meluncurkan produk inovasi ramah lingkungan setiap dua kali setahun, dan mendistribusikannya ke daerah-daerah baru yang belum menjadi jangkauan kami,” ujar CEO PT Medan Tehnik, Sukendro Saputro.

DBS Foundation telah berdiri sejak 2014 untuk menandai komitmen Bank DBS dalam menumbuhkembangkan wirausaha sosial yang memiliki layanan dan bentuk bisnis sekaligus mampu menyelesaikan tantangan sosial dan lingkungan. DBS Foundation Social Enterprise Grant telah memberikan bantuan dana hibah kepada lebih dari 60 wirausaha sosial di Singapura, Tiongkok, Hongkong, India, Indonesia, dan Taiwan.

 

Lanjut baca

Breaking News

Cak Lontong: Saya Pelawak yang Tidak Lucu

W Hanjarwadi

Diterbitkan

pada

Penulis:

Cak Lontong, dalam webinar Anatomi Lelucon dan Para Lakon/Foto: IHIK3

Komedian kondang Tanah Air membeberkan resep suksesnya menjadi pelawak di webinar dan peluncuran buku Anatomi Lelucon di Indonesia karya Darminto M. Sudarmo

Jakarta, Majalahpajak.net – “Salam Lemper!” Setiap mendengar jargon khas itu, rasanya kebanyakan dari masyarakat Indonesia ingin segera menghentikan aktivitasnya sejenak supaya bisa menyimak kata demi kata dari sang pemilik jargon dengan seksama – lalu mentertawakannya.

Ya, siapa tak kenal Cak Lontong? Ia pelawak multiformat sekaligus multiplatform. Di panggung stand-up comedy, aksinya begitu dinantikan. Saat muncul di grup lawak? Dia juga jago. Mau tampil di TV atau di acara off-air pun sama-sama mudah baginya untuk mengocok perut penonton.

Tak ayal, tersiar kabar bahwa Cak Lontong adalah pelawak termahal di Indonesia saat ini. Namun di webinar “Anatomi Lelucon dan Para Lakon” sekaligus peluncuran buku Anatomi Lelucon di Indonesia karya Darminto M. Sudarmo, yang diadakan oleh Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3) Sabtu, 24 Oktober 2020, ia menampiknya.

Darminto M. Sudarmo, dalam sesi bedah buku singkat Anatomi Lelucon di Indonesia/Foto: IHIK3

“Itu salah itu. Enggak se-Indonesia, ah. Se-Asia Tenggara!” kelakarnya.

Terlepas dari kebenaran rumor itu sendiri, di baliknya ada satu kebenaran yang hampir tak terbantahkan: Cak Lontong sudah layak untuk dijadikan tolok ukur kesuksesan profesi pelawak di negeri ini.

Yang membuat webinar kesembilan IHIK3 ini makin istimewa, Cak Lontong mau membagikan resep suksesnya menjadi pelawak.

Pertama-tama, ternyata Cak Lontong menjaga kualitas dirinya sebagai entertainer dengan sistem manajemen yang rapi dan mendetail.

Di depan para pemirsa webinar, ia mengisahkan satu kebiasaannya dari dulu, yakni selalu mencatat isi kopernya saat bepergian. Semua isi dalam koper yang ia bawa itu ia rinci dan catat satu per satu di buku kecil. Tujuannya agar ketika nanti ia akan pulang dan berkemas, semua barang yang dibawanya tidak ada yang tertinggal.

Kebiasaan seperti ini menurutnya adalah cara yang bagus untuk melatih manajemen diri. Pada akhirnya, kedisiplinan ini membentuknya menjadi individu sekaligus entertainer yang berkualitas.

Kedua, komedian bernama asli Lies Hartono ini sangat serius dalam melakukan persiapan sebelum tampil. Ia meriset betul acara apa yang akan ia hadiri, siapa yang mengundangnya, budaya perusahaannya seperti apa, dan lain-lain. Cak Lontong mengaku telah melakukan hal ini sejak awal merintis karir menjadi pelawak.

Tangkapan layar beberapa peserta Anatomi Lelucon dan Para Lakon/Foto: IHIK3

Manajemen yang apik dan kemampuan meriset ini adalah bekal penting pelawak yang akan sangat bermanfaat ketika bertemu dengan suatu kesempatan untuk melejitkan karir. Akan tetapi, bukan berarti setelah si pelawak bertemu dengan momentumnya tugasnya telah usai. Justru, ia harus terus mempertahankan bekal yang dimilikinya tadi agar tidak ditinggalkan oleh industri.

Nah untuk mengantisipasi itu, Cak Lontong punya resep yang agak nyeleneh: ia selalu memosisikan dirinya sebagai pelawak yang tidak lucu.

“Saya ketika masih susah, sampai sekarang orang mungkin menganggap saya sudah sukses, saya tetap tidak lucu.”

Menurutnya, ketika seorang pelawak sudah menganggap dirinya sukses karena lucu, maka kerja keras dan etos kerjanya bisa jadi akan berkurang dibandingkan ketika awal merintis karir.

Di saat seorang pelawak sudah mulai puas dengan standar kelucuannya sendiri, maka usahanya untuk terus belajar dan mengembangkan diri menjadi berkurang. Inilah yang ditakutkan oleh Cak Lontong terjadi di dirinya. Maka dari itu, ia memilih untuk menganggap dirinya sendiri bukan pelawak yang lucu.

“Bukan hanya pelawak, semua profesi itu musuhnya rasa puas,” tandasnya.

Sebagai pemikir dan pengamat humor, Darminto M. Sudarmo setuju dengan apa yang disampaikan oleh Cak Lontong tersebut.

“Prinsip-prinsip dan ideologi Cak Lontong ini khas dari manusia modern. Tidak semua pelawak mau mengakui dirinya tidak lucu. Saya harap para pelawak saat ini maupun yang ingin menjadi pelawak, mau terus belajar dan mengembangkan diri,” kata co-founder IHIK3, penulis lebih dari 10 buku humor, sekaligus kartunis di berbagai media massa tersebut.

“Ibarat kita kuliah, seharusnya tidak ada kata lulus. Harusnya orang itu tidak diberi gelar, biar mau terus belajar sampai mati. Baru nanti diberi gelar kalau sudah almarhum,” gurau Darminto sebelum mulai membedah bukunya secara singkat.

Tak mau kalah dengan Cak Lontong, Darminto juga membeberkan jurus-jurus dalam membuat lelucon yang dikutip dari bukunya, Anatomi Lelucon di Indonesia. “Ahli bedah humor” ini menjelaskan, setidaknya ada 25 teknik untuk membuat lelucon, di antaranya parodi, slapstick, satire, sinisme, dan olah logika – seperti yang sering diperagakan pula oleh Cak Lontong.

Di samping itu, Darminto juga mencatatkan bahwa ada satu jurus khas untuk membuat lelucon yang berasal dari Indonesia – terutama dalam wacana humor-humor dari budaya Jawa – yakni parikena.

Parikena sendiri adalah humor yang berisi ledekan, tapi dengan nada atau tone yang sopan. Umumnya, parikena diungkapkan oleh orang-orang yang tertindas ke penindasnya. Contohnya, seorang pelayan yang sudah sangat sebal dengan perlakuan tuannya yang semena-mena tiba-tiba bilang, “Permisi tuan, boleh saya injak leher tuan?”

“Parikena diakui oleh teman saya – kartunis asal Jerman yang sekarang jadi warga negara Australia – sebagai satu-satunya jurus humor yang belum pernah ia dengar. Parikena ini bagaikan sebuah paradoks di kultur Barat,” jelas Darminto.

Acara virtual yang diadakan pada Sabtu, 24 Oktober 2020 pukul 14.00-16.00 WIB dan didukung oleh Majalah Pajak ini dihadiri oleh beragam kalangan, dari akademisi, karyawan, ASN, hingga kartunis dan pelaku humor. Beberapa di antara audiens juga langsung memesan buku Anatomi Lelucon di Indonesia yang kini sedang berada di tahap pre-order sampai 27 November 2020 mendatang.

Video rekaman webinar tersebut dapat disimak kembali lewat link berikut: bit.ly/ihik3-anatomiyoutube. Adapun pemesanan buku Anatomi Lelucon di Indonesia sendiri bisa dilakukan dengan menghubungi pihak IHIK3 di nomor berikut: 0815-7491-4554 (Nia).

“Acaranya sangat menarik, kehadiran Cak Lontong sangat menghibur. Saya dapat banyak hal baru dalam humor,” begitu testimonial dari I Wayan Nuriarta (35, dosen ISI Denpasar sekaligus kartunis asal Bali) pascaacara.

Sementara Suryadi (45, karyawan), bilang, “Sudah lama banget ingin tahu Pak Darminto. Baru kali ini bisa lihat langsung dan mendengar pikiran-pikirannya.”

Lanjut baca

Breaking News

Lokakarya Virtual Memahami Implementasi e-Faktur 3.0

Ruruh Handayani

Diterbitkan

pada

Penulis:

Jakarta, Majalahpajak.net – Sejak awal tahun, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan serangkaian uji coba Implementasi aplikasi e-Faktur 3.0 terhadap sejumlah Perusahaan Kena Pajak (PKP) yang dipilih DJP. Aplikasi pembaruan e-Faktur 2.2 ini diimplementasikan secara nasional mulai 1 Oktober 2020 kepada seluruh wajib pajak yang menjadi PKP. Setidaknya, saat ini ada sekitar 678.886 PKP yang wajib membuat e-Faktur dan harus menggunakan aplikasi ini.

Pada setiap pembaruan teknis suatu aplikasi, sejatinya DJP berupaya memberikan fitur baru agar semakin memudahkan pengguna. Namun, pengguna perlu melakukan persiapan sehingga dapat mengenal dan lebih optimal dalam penggunaan fitur-fitur tersebut.

Untuk membantu Wajib Pajak (WP) memahami aplikasi berbasis web ini, Komunitas PajakMania mengadakan acara Kopi Udara dengan topik “Tips Update e-Faktur Versi 3.0”, pada Sabtu siang (24/10).

Kepada Majalah Pajak, Board of Komunitas PajakMania sekaligus pembicara Andika Hardianto mengatakan, implementasi aplikasi e-Faktur 3.0 merupakan topik yang sering diperbincangan di kalangan praktisi perpajakan—khususnya anggota komunitas. Untuk itu, PajakMania memberikan kesempatan kepada praktisi perpajakan, mahasiswa, dan masyarakat untuk mendiskusikan seluk beluk e-Faktur 3.0 melalui acara ini.

Pada lokakarya virtual yang diikuti lebih dari 40 peserta ini pembahasan dan diskusi dilakukan dengan intens dan mendalam untuk melihat problematika dan solusi dalam penggunaan aplikasi e-Faktur 3.0. Selain lokakarya, di usianya yang ke-10 ini PajakMania juga meluncurkan situs web www.pajakmania.com untuk memberikan kemudahan informasi perkembangan perpajakan di Indonesia.

Situs web ini memiliki dua fitur utama yaitu video pembelajaran materi perpajakan dan web live chat. Dalam dua fitur itu, para calon praktisi pajak dapat belajar secara mandiri dan fleksibel dengan menyimak materi melalui video. Di platform ini masyarakat juga bisa berkomunikasi langsung dengan Tax Expert Komunitas PajakMania melalui fitur web live chat.

Andika menyampaikan, acara ini bukan yang pertama kali dilaksanakan oleh Komunitas PajakMania. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 20 kali komunitas ini pernah mengadakan acara Kopi Darat dan Kelas PajakMania. Tidak hanya di Jakarta, acara ini juga diadakan di beberapa kota lain seperti Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Medan.

Selain mendapatkan wawasan tentang isu perpajakan terkini, peserta acara juga akan diundang ke dalam grup Whatsapp. Sehingga, peserta dapat terus mendapatkan informasi dan melakukan diskusi dengan lebih mudah.—Ruruh Handayani

Lanjut baca

Breaking News

Breaking News22 menit lalu

Dukung Program Wirausaha Sosial Kurangi Sampah Makanan Melalui Kampanye Towards Zero Food Waste

Jakarta, Majalahpajak.net – Berdasarkan data dari Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Dunia (FAO), sampah makanan atau food...

Breaking News23 jam lalu

Cak Lontong: Saya Pelawak yang Tidak Lucu

Komedian kondang Tanah Air membeberkan resep suksesnya menjadi pelawak di webinar dan peluncuran buku Anatomi Lelucon di Indonesia karya Darminto...

Breaking News1 hari lalu

Lokakarya Virtual Memahami Implementasi e-Faktur 3.0

Jakarta, Majalahpajak.net – Sejak awal tahun, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melakukan serangkaian uji coba Implementasi aplikasi e-Faktur 3.0 terhadap sejumlah...

Breaking News2 hari lalu

ISEF Dorong Agar Indonesia Menjadi Pusat Fesyen Muslim Dunia

Jakarta, Majalahpajak.net –  Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk menjadi pusat fesyen muslim dunia. Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) merupakan...

Breaking News4 hari lalu

Mitra Tepercaya Membangun Kepatuhan Sukarela

Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) merayakan ulang tahun ke-5 secara virtual pada Rabu (21/10). Mengusung tema “AKP2I Sebagai Mitra...

Breaking News4 hari lalu

Fesyen Muslim Indonesia Rambah Eropa

Jakarta, MajalahPajak.net – Sepuluh desainer yang merupakan anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia mengikuti ajang internasional Virtual Fashion Show Mercedes Benz...

Breaking News5 hari lalu

Drama Heroik Perjuangan Para Calon Pilot Muda

Jakarta, Majalahpajak.net – Film KADET 1947 garapan rumah produksi Temata kembali syuting sejak pertengahan September lalu di wilayah Yogyakarta. Film...

Breaking News5 hari lalu

ISEF 2020, Bangkitkan Spirit Positif dan Optimisme Pelaku Usaha Syariah

Jakarta, Majalahpajak.net – Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) merupakan kegiatan tahunan ekonomi dan keuangan syariah terbesar di Indonesia. Penyelenggaraan ISEF...

Breaking News5 hari lalu

Hendra Gunawan Menjabat Direktur Utama UOB Indonesia

Jakarta, Majalahpajak.net – PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) menunjuk Hendra Gunawan sebagai Direktur Utama UOB Indonesia menggantikan Kevin Lam...

Breaking News1 minggu lalu

Ekonomi Kuartal ke-4 Membaik, Pemerintah Tetap Fokus Menjaga Pertumbuhan

Kasus pandemi COVID-19 di dunia masih mengalami eskalasi dan memicu ketidakpastian. Di Indonesia, kasus COVID-19 di beberapa daerah terkendali. Namun,...

Advertisement

Populer

Copyright © 2013 Majalah Pajak | All Right Reserved