Terhubung dengan kami
Pajak-New Year

Community

Jembatan para Dermawan

Sejar Panjaitan

Diterbitkan

pada

Tax People Share!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

PFI Bergiat menghimpun para dermawan untuk bersinergi membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Puluhan pengusaha, dan pengurus yayasan tampak memadati acara yang dihelat Kementerian Sosial dan Forum CSR Kesejahteraan Sosial, bertajuk “Optimalisasi Peran Dunia Usaha dan Filantropi Dalam Penanggulangan Kemiskinan, Pengangguran, dan Ketimpangan Sosial”, di Grand Sahid, kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis pagi (26/10).

Ketua Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) Timotheus Lesmana, mengajak semua yang hadir pada acara itu untuk bangga kepada negara tercinta. Pasalnya, berdasarkan penelitian Charities Aid Foundation (CAF) tahun 2016 menyebutkan, Indonesia negara paling dermawan nomor dua di dunia setelah Myanmar. Indikator penilaiannya adalah helping strangers atau kerelaan menolong orang asing/belum dikenal), donate money atau mendonasikan uang, dan volunteering time atau meluangkan waktunya untuk melakukan kegiatan kerelawanan.

“Artinya kita punya bekal untuk membangun negara, meretas kemiskinan, secara bersama-sama,” ujar Timotheuss. Ucapan itu sontak mendapat sambutan tepuk tangan dari anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih, ketua Forum CSR Kesejahteraan Sosial Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi, pejabat Kemensos, puluhan pengusaha, dan pimpinan berbagai yayasan yang hadir di acara tersebut.

Sinergi sumbangan

Di sela-sela acara, Executive Director PFI Hamid Abidin menjelaskan sejak berdiri pada 2014, Filantropi Indonesia sudah melakukan edukasi sumbangan kepada para dermawan pribadi, yayasan perusahaan, dan yayasan sosial. Contohnya, Eka Tjipta Foundation, Tahir Foundation, Unilever Foundation, Medco Foundation, Sampoerna Foundation, Astra Foundation. Yayasan amal berbasis keagaman, seperti Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, Bazarnas, Rumah zakat, Dompet Duafa, dan masih banyak lagi entitas serupa lainnya dengan total mencapai 70 entitas.

Apa saja yang dilakukan PFI? Hamid menjelaskan, PFI memiliki tugas utama membangun jembatan komunikasi dan sinergi antaryayasan atau dermawan untuk membuat kegiatan sumbangan yang bersifat meningkatkan kualitas masyarakat. Himpunannya juga mencatat rincian sumbangan para anggotanya, sehingga tak terjadi tumpang tindih bantuan. Namun, Hamid menggarisbawahi, PFI tak menghimpun dana. Misalnya, dalam hal kepedulian terhadap konsumen, PFI mendorong yayasan dan dermawan untuk menyumbangkan biaya riset makanan di pasar secara mandiri.

“Kalau mengandalkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saja, yakin, enggak terpantau seluruh makanan,” kata Hamid.

Manfaat riset yang juga menggandeng Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tersebut menghasilkan, ada beberapa merek makanan siap saji, baik di pasar modern atau pun pasar tradisional yang mengandung boraks. Hasil temuan itu kemudian disampaikan secara resmi kepada BPOM. Sayangnya merek dagangnya, belum dapat disebutkan.

Kemudian, ada lagi kegiatan membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Filantropi mengajak yayasan atau dermawan untuk menyumbangkan ide dan uang dengan membuat gerakan “Berantas Korupsi” melalui seminar-seminar di sekolah dan kampus. Aksi ini juga dibantu oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

“Misi kami sekarang mendorong kegiatan kedermawanan jangka panjang. Tak sekadar bangun masjid. Sumbangan sudah fokus kepada persoalan konsumen, korupsi, buruh, toleransi, dan edukasi masyarakat lainnya,” jelas Hamid.

Selain itu, PFI memiliki agenda rutin untuk para anggotanya, yaitu seminar filantropi yang berkaitan dengan isu terkini. Hamid menyebut, belum lama ini telah menggelar edukasi mengenai imbauan menyumbang dengan menyisipkan nilai-nilai toleransi. Misalnya, ada yayasan Budha yang membangun kawasan kumuh yang mayoritas penduduknya Islam.

“Kami ingin membuka pemikiran para dermawan, menyumbang itu tidak perlu melihat ras, suku, agama. Kita ini sama, membantu pemerintah memberantas kebodohan dan kemiskinan,” jelas Hamid.

Tak hanya seminar, para anggota juga dapat mengakses pemetaan wilayah di Indonesia yang perlu mendapat bantuan. Tak kalah penting, PFI juga sebagai mediator ketika yayasan perusahaan bersengketa.

“Kasus kembalian untuk sumbangan yang dilakukan sektor usaha ritel, kami mediasi dengan lembaga konsumen,” sebutnya. Intinya, bagi siapa pun yang ingin menjaring sumbangan, wajib dipaparkan kepada konsumen peruntukannya. Jika ingin disumbangkan untuk membuat sekolah, wajib ditampilkan lokasinya kepada pembeli.

Filantropi Indonesia juga memberi masukan dengan pengusaha ritel tersebut, untuk membangun sarana infrastruktur di lokasi usaha itu berdiri.

“Sekarang sudah ada sekolah yang dibangun tepat di samping lokasi supermarket. Jadi, orang mau menyumbang, kelihatan hasil sumbangannya,” tambahnya.

Di akhir perbincangan, Hamid mengapresiasi acara temu nasional yang dilakukan oleh Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kessos), Kemensos, dan para pengusaha ini. Berharap ada rumusan yang konkret untuk mendorong pemerintah menyejahterakan rakyat. Filantropi Indonesia akan membantu menjaring para dermawan.

“Misi kami sekarang mendorong kegiatan kedermawanan jangka panjang.Tak sekadar bangun masjid. Sumbangan sudah fokus kepada persoalan konsumen, korupsi, buruh, toleransi, dan edukasi masyarakat lainnya.”

“Kami ingin membuka pemikiran para dermawan, menyumbang itu tidak perlu melihat ras, suku, agama. Kita ini sama, membantu pemerintah memberantas kebodohan dan kemiskinan.”- Aprilia Hariani

Klik untuk Komen

TaxPoeple, Anda harus masuk log untuk mengirim komentar Masuk

Balas

Breaking News

Breaking News1 minggu lalu

Capital Life Syariah dan AAD Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah

Tax People Share!        157SharesPT Capital Life Syariah dan PT Asuransi Adira Dinamika (AAD) menandatangani Perjanjian Kerjasama Pemasaran Produk Asuransi Syariah, di...

Breaking News3 minggu lalu

Majalah Pajak Print Review

Tax People Share!         Post Views: 2.074

Breaking News3 bulan lalu

Topik Pajak sudah di Rumah-Rumah Kopi

Tax People Share!          Melalui sosialisasi yang intens dan pemahaman kultur masyarakat setempat, kesadaran pajak muncul. Kondisi geografis Provinsi Maluku terdiri...

Breaking News3 bulan lalu

Amankan Penerimaan Pajak di Papua dan Maluku

Tax People Share!        Waktu yang tersisa untuk mencapai target penerimaan pajak 2017 tinggal beberapa bulan. Menyadari itu, Kanwil DJP Papua dan...

Breaking News4 bulan lalu

Memupuk Talenta Warga Sekitar

Tax People Share!        Penulis : Novita Hifni Holcim melakukan kegiatan pemberdayaan yang bersinergi dengan bisnis perusahaan untuk kemajuan bersama. Pengembangan masyarakat...

Breaking News6 bulan lalu

“You Can Run but You Can’t Hide Understanding E-commerce Tax & Bank Secrecy”

Tax People Share!        Pajak E-commerce dan PERPPU no. 1 thn 2017 (tentang keterbukaan rahasia keuangan) merupakan topik yang hangat dan sedang...

Breaking News11 bulan lalu

Tidak Memetik tanpa Menanam

Tax People Share!        Kepercayaan Wajib Pajak sangat bergantung pada “equal treatment” yang mereka dapatkan dari institusi pajak, baik dari sisi pelayanan,...

Breaking News2 tahun lalu

Bea Cukai dan DJP Mesti Bersinergi Menggali Potensi Pajak

Tax People Share!        Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengapresiasi kinerja Drirektorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI tahun...

Analysis2 tahun lalu

CITA: Tanpa Konvergensi Visioner, Insentif Pajak menggerus potensi pajak

Tax People Share!        Oleh: Yustinus Prastowo Program Pemerintah hanya akan berhasil jika didukung penerimaan yang cukup. Kita ingat pepatah “Besar pasak...

Breaking News2 tahun lalu

Ini Cara Kerja Listrik Tenaga Air Versi Tri Mumpuni

Tax People Share!        Air dari sungai dibendung kemudian dialirkan melalui parit. Kira-kira 300 hingga 500 meter dari bendungan, sebagian air dialirkan...

Advertisement Pajak-New01

Trending